Menjadi Duta Allah

Untuk menjadi duta besar yang baik, setidaknya ada 4 syarat, yaitu: paham betul negara tempat ia bertugas, memiliki inisiatif dalam berbagai bidang yang menguntungkan negaranya, memiliki solusi dalam penyelesaian konflik bilateral, dan memiliki konsep dalam menjembatani hubungan negaranya dengan negara di mana ia ditugaskan.

Paulus ketika menerima panggilan sebagai “duta” Allah bukanlah orang yang layak, setidaknya menurut pandangannya sendiri. Ia bukan pembawa damai melainkan seorang yang jahat dan penganiaya. Meski memiliki intelektualitas di atas teman-teman sebayanya dan berpengalaman di kalangan Yahudi namun acap kali ia datang kepada orang-orang yang dilayaninya tanpa pengetahuan apa-apa. Namun demikian sesaat setelah menerima tugas panggilan itu, Paulus yang bereputasi buruk itu langsung berangkat menjelajahi daerah-daerah di luar Yahudi. Ia dikenal sebagai rasul yang paling banyak menderita, namun bisa jadi dialah rasul yang paling berhasil dalam mengemban tugas perutusannya. Ternyata kriteria duta kerajaan Allah agak berbeda jauh dengan kriteria duta kerajaan dunia. Cara Allah memilih “duta”-Nya bukanlah sekadar berdasarkan kemampuan dan rekam jejak setiap orang. Ia memilih dan memanggil orang yang akan dipakai-Nya berdasarkan kasih karunia-Nya.

Jadi jika Tuhan memilih, Ia tahu betul dengan orang yang dipilih-Nya itu, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Allah berdaulat memakai siapa pun yang Ia panggil, dan memakai-Nya dengan cara-Nya yang ajaib. Termasuk jika Ia memilih kita. –LL/www.renunganharian.net

TUHAN MENGENAL DAN MEMAHAMI KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN SETIAP ORANG YANG DIPANGGIL-NYA.