Menjadi Berkat

Banyak mahasiswa yang mengejar kelulusan dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi agar dapat bekerja di perusahaan besar, mendapat gaji tinggi sehingga mempunyai kehidupan yang nyaman. Tentu tidak salah untuk selalu mengejar yang terbaik, tetapi apakah hanya sampai di situ? Sementara ada mahasiswa-mahasiswa yang bertanya: “Kalau aku lulus, apa panggilan Tuhan bagiku di dunia kerja nanti?”

Abram dipanggil Tuhan untuk pergi dari negerinya ke negeri yang akan ditunjukkan-Nya, menjadi bangsa besar dan diberkati. Tetapi janji-Nya tidak berhenti sampai di situ, Tuhan yang memanggil Abram, juga menetapkan bahwa oleh Abram semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Panggilan bagi Abram begitu jelas, hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk menjadi berkat bagi orang lain. Itulah rencana Tuhan juga untuk semua keturunan Abram, umat-Nya. Hidup umat Tuhan bukanlah hidup untuk diri sendiri tetapi hidup yang dibagikan kepada orang lain, baik dengan menyampaikan anugerah-Nya maupun membagikan berkat lainnya.

Kita dipanggil untuk menjadi berkat. Kita yang telah menerima anugerah-Nya adalah orang-orang yang diberkati, dan berkat tidak selalu identik dengan materi. Jadi apakah kita mau membagi hidup kita untuk orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita? Ada orang-orang yang membutuhkan juru selamat, sahabat, kasih, perhatian, penghiburan, nasihat, teguran, teladan, makan, minum, dan kebutuhan lainnya. Apakah yang akan kita bagikan kepada mereka sebagai wujud menjadi berkat? –ANT/www.renunganharian.net

BAGIKANLAH BERKAT TUHAN, KARENA TIDAK AKAN
PERNAH HABIS ORANG YANG MEMBUTUHKANNYA.