Menjadi Berkat

Taman Nasional Bantimurung, Maros, Sulsel terkenal dengan kupu-kupunya yang bermacam-macam jenis. Kupu-kupu yang indah dan dikagumi siapa pun yang berkunjung ke sana. Kupu-kupu itu berawal dari seekor ulat yang menjijikkan, yang hidup hanya untuk makan dan merusak tanaman. Namun setelah melalui proses metamorfosis yang njlimet ia berubah menjadi kupu-kupu indah yang dikagumi oleh semua orang. Hidupnya pun sangat bermanfaat untuk penyerbukan tanaman.

Abram berasal dari Mesopotamia. Abram berarti “bapaku” sedangkan Mesopotamia berarti “di antara sungai-sungai”. Ia hijrah dari Mesopotamia yang terkenal dengan sebutan “tanah bulan sabit subur”. Mesopotamia adalah pusat penyembahan berhala khususnya dewa bulan yang dianggap sebagai dewa kesuburan. Menurut para penafsir, Abram adalah salah satu dari penyembah-penyembah berhala itu. Namun Allah memanggilnya keluar dari sana ke Kanaan. Tuhan berjanji akan memberkati dan menjadikannya bangsa yang besar.

Abram memenuhi panggilan itu dan berkomitmen taat kepada-Nya. Alkitab mencatat bahwa ia menjadi sangat kaya, keturunannya banyak sehingga sebutan, “Abraham (Bapa bangsa-bangsa)” disematkan kepadanya. “Bapaku” berubah mejadi “Bapa bangsa-bangsa”. Penyembah berhala berubah menjadi penyembah Allah.

Kita adalah orang berdosa, ibarat ulat yang menjijikkan dengan hidup yang hanya berpusat pada diri sendiri. Namun Kristus telah mengubah kita menjadi berharga. Karena itu, marilah kita menjadi berkat bagi semua orang. –PRB/www.renunganharian.net

MEREKA YANG DIPILIH ALLAH
AKAN SELALU MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN.