Mengundang Yesus

Keluarga Yudha mengadakan acara ucap syukur atas kelulusan putri mereka. Mereka mengundang tetangga, saudara dan beberapa teman karib yang lama tak jumpa. Di tengah acara, tiba-tiba sound system bermasalah. Listrik pun padam karena terjadi korsleting. Dengan cekatan, Roni salah seorang kawan lama yang turut hadir bertindak. Dalam hitungan menit listrik telah menyala lagi dan acara dapat dilanjutkan dengan lancar. “Betapa beruntungnya aku mengundangmu, ” ujar Yudha.

Dalam sebuah pesta perkawinan di Kana terjadi sebuah masalah: anggur habis. Padahal pada zaman itu anggur merupakan lambang sukacita dan menjadi unsur penting yang harus ada dalam sebuah pesta. Anggur harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk dapat memuaskan para tamu. Kehabisan anggur saat menyelenggarakan pesta tentu sangat memalukan. Beruntung mereka mengundang Yesus. Masalah mereka teratasi karena mukjizat yang dibuat-Nya.

Membaca kisah ini tak jarang membuat kita mengharapkan mukjizat serupa terjadi saat pergumulan melanda. Bisa saja, namun jangan lupakan hal-hal yang memungkinkan mukjizat Tuhan terjadi. Kita harus mengundang Yesus masuk dalam hati, kemudian kita lakukan apa pun yang menjadi kehendak-Nya tanpa berbantah. Kadang, bukankah yang terjadi adalah sebaliknya: Yesus sudah mengetuk hati namun kita mengusir-Nya. Kita enggan hidup dalam kehendak-Nya karena jalan-Nya bertolak belakang dari keinginan kita. Waspadalah! Tanpa kehadiran dan peran Yesus dalam hidup tidak mungkin kita merasakan kebesaran kuasa-Nya. –EBL/www.renunganharian.net

MUKJIZAT DAN KEBESARAN KUASA TUHAN AKAN TERJADI KETIKA KITA MENGUNDANG DIA
DAN MELAKUKAN KEHENDAK-NYA TANPA BERBANTAH.