Menguji Roh

Ada yang bilang jika dunia ini sudah semakin rasional. Berbagai hal yang tidak dapat ditangkap oleh indra dianggap tidak mendapat tempat lagi di hati. Benarkah pendapat itu? Kenyataannya, begitu banyak orang percaya pada hal-hal yang berbau mistik. Jika tersiar kabar ada “orang sakti”, ke sanalah orang-orang berbondong-bondong pergi. Hal-hal yang dirasa aneh dan supranatural, nyatanya masih saja menjadi “makanan lezat” untuk dikonsumsi.

Yohanes mengingatkan bahwa ada beberapa orang telah menggunakan hal-hal mistis dengan tujuan menyesatkan hidup orang-orang percaya. Yohanes menyebut oknum itu adalah nabi-nabi palsu yang telah menyebar ke seluruh dunia dengan maksud melemahkan iman dan menyesatkan. Para nabi palsu itu bahkan mampu menunjukkan berbagai mukjizat dalam setiap “pelayanan” yang mereka lakukan. Namun peringatan Yohanes sangat jelas: jangan percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu! Apakah roh itu mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, atau malah tidak mengakuinya. Dan ujian kedua, kenalilah buahnya agar dengan demikian kita bisa mengenal seperti apakah pohonnya (Mat. 12:33).

Firman Tuhan mengingatkan kita akan banyaknya penyesat muncul di akhir zaman (2Yoh. 1:7). Mari belajar menjaga hati agar tidak mudah terpesona pada berbagai mukjizat yang tampak di depan mata. Roh Kudus, Sang Penuntun, Dia mengajar kita untuk bersabar, mengamati, dan menguji apakah ajaran-ajaran yang mereka beritakan itu sejalan dengan firman Tuhan atau malah menentang-Nya. –SYS/www.renunganharian.net

SETIAP ROH YANG TIDAK MENGAKUI YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, ADALAH ROH-ROH PALSU YANG MENYESATKAN.