Menguji Motivasi Hati

Saya pernah terlibat aktif dalam beberapa pelayanan sekaligus dalam sekali waktu, mulai dari pelayanan doa, pengembangan diri, kelas pembinaan, hingga pelayanan sosial. Apakah saya memang cakap melakukan banyak hal? Tidak! Sebenarnya saya sedang mencari pengakuan dari manusia, karena sejak kecil, saya jarang sekali mendapat pengakuan atau pujian dari orang tua. Namun, saya bersyukur karena Tuhan menolong saya untuk memperbaiki motivasi dalam pelayanan, sehingga akhirnya saya hanya fokus pada pelayanan yang sesuai dengan kerinduan hati saya.

Benarlah apa yang tertulis dalam firman Tuhan. Seseorang boleh saja menganggap pilihannya benar, sesuai pandangan atau keyakinan pribadinya. Namun, cepat atau lambat setiap motivasi hati akan diuji. Hal ini tak hanya berlaku dalam pelayanan, tetapi dalam berbagai bidang kehidupan. Seseorang bisa saja terlihat rohani dan menjadi aktivis gereja, tetapi motivasi hatinya belum tentu sama dengan apa yang terlihat mata. Seiring berjalannya waktu, motivasi dalam hati akan menyembul melalui tindakan. Jika motivasi itu keliru, biasanya respons yang muncul akan negatif. Namun, jika motivasinya benar, maka dampak yang dihasilkan dapat semakin kuat sekaligus menjadi berkat.

Mari lakukan evaluasi diri terkait motivasi kita dalam melakukan segala sesuatu. Sekiranya ada motivasi yang keliru, segeralah benahi sebelum ujian dari Tuhan datang untuk mengoreksi motivasi hati kita. Jangan pertahankan motivasi yang keliru, karena hal itu kelak hanya akan merugikan kita. –GHJ/www.renunganharian.net

KETIKA TUHAN MENGUJI HATI,
APA PUN YANG TERSEMBUNYI PASTI TERKUAK.