Menguatkan Manusia Batiniah

Gene A. Getz dalam bukunya The Measure of a Man menceritakan perjumpaannya dengan mantan pemain American Football dari klub Dallas Cowboys. Orang yang berbadan besar dan tegap itu ternyata memiliki pergumulan yang begitu memukul jiwanya. Kondisi rohaninya tidak begitu kuat untuk menopang dan memberinya energi untuk menghadapi pergumulan hidupnya, sehingga ia memerlukan pertolongan dari seorang hamba Tuhan-yang secara fisik lebih kecil, tetapi lebih “perkasa” di dalam kerohanian.

Kekuatan fisik tak selamanya selaras dengan kekuatan batiniah seseorang. Jika tidak begitu, Rasul Paulus tentu tidak akan menulis mengenai kunci kekuatan dalam dirinya, yang tidak tawar hati meski manusia lahiriahnya merosot. Ia tidak khawatir karena memiliki keyakinan bahwa manusia batiniahnya, justru semakin lama semakin diperbarui oleh kekuatan Tuhan. Kebenaran ini dapat menjadi kunci bagi setiap orang percaya dalam menghadapi maut atau ketika kondisi fisiknya tak sekuat sebelumnya karena penyakit atau penyebab lainnya, sehingga tak ada rasa gentar, khawatir, atau takut lagi.

Itu sebabnya, kita perlu belajar menaruh perhatian lebih pada segala hal yang berkaitan dengan membangun manusia rohani melebihi perkara fisik. Hukum alam tak dapat dilawan, dimana kondisi fisik kita akan menurun seiring berjalannya waktu. Namun, kita dapat meyakini janji firman-Nya, bahwa dengan kasih karunia-Nya, Dia akan menjadikan manusia batiniah kita semakin kuat, sampai kelak kita menghadap Dia setelah tubuh kita terkubur! –GHJ/www.renunganharian.net

KEKUATAN MANUSIA BATINIAH MEMBEDAKAN RESPONS ORANG KRISTEN
YANG SATU DENGAN ORANG KRISTEN LAINNYA DALAM MENJALANI HIDUP.