Mengingat Pencobaan Yesus

Perikop mengenai pencobaan di padang gurun yang Yesus alami tentunya tak asing bagi kita. Namun, tak ada salahnya membaca ulang kisah ini, sambil merenungkan pesan mendalam yang terkandung di dalamnya. Fokuskan pada 3 hal pesan tersirat yang ada dalam setiap cobaan itu, maka kita mungkin dapat melakukan tindakan antisipatif atau perlawanan saat pencobaan yang sama mendatangi kita. Menurut perenungan saya, inilah pesan tersirat dari 3 pencobaan yang Iblis tawarkan kepada Yesus.

Pertama, dorongan untuk memperkuat pengenalan firman Tuhan (ay. 4). Manusia memang butuh makanan untuk hidup, tetapi kuasa firman juga sanggup memberi kehidupan, bahkan sanggup mengubah fakta hidup yang kita alami. Kedua, berhati-hati untuk tidak mencobai Tuhan dengan memakai firman Tuhan sebagai dalih atau pembenaran diri (ay. 7). Jadikanlah firman Tuhan sebagai penuntun dan pengoreksi hidup, bukan sebagai pembenaran atas kesalahan atau memaksakan keinginan agar dipenuhi oleh Tuhan. Ketiga, kesetiaan kepada Allah sampai akhir hidup (ay. 10). Seruan untuk hanya menyembah dan berbakti kepada Allah harus dijaga sampai akhir hayat, juga terus digaungkan dari generasi ke generasi, supaya mereka tidak berpaling dari Tuhan, lalu mengabdikan diri kepada ilah lain.

Fakta bahwa Yesus menang atas pencobaan tak hanya menguatkan, tetapi juga memberi harapan bagi perjuangan kita melawan pencobaan. Seharusnya tak ada alasan untuk kita terus-menerus kalah. Kalau Yesus menang, maka kita pun bisa menang oleh pertolongan Roh-Nya! –GHJ/www.renunganharian.net

ROH KUDUS YANG MEMBUAT YESUS MENANG ATAS PENCOBAAN,
JUGA AKAN MEMBUAT KITA MENANG!