Mengenang Kedahsyatan Tuhan

Tatkala berada dalam tekanan hidup yang berat, adakalanya saya sudah tidak berani menatap masa depan. Saya berseru dan memohon belas kasihan Tuhan. Berharap Tuhan melepaskan saya selekasnya dari beban derita. Saya percaya Tuhan menyertai dan peduli. Namun di sisi lain, saya mulai bertanya-tanya tentang kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Ketenangan pun akhirnya saya peroleh ketika mengenang berbagai peristiwa ajaib yang Tuhan hadirkan dalam hidup saya. Saya yakin bahwa ketika krisis pun Tuhan tetap menyertai saya.

Umat Israel panik ketika tiga hari mereka tidak minum. Mendapati air yang pahit di Mara, mereka pun protes kepada Musa. Perbuatan ajaib Tuhan yang baru saja membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir seolah tiada artinya. Padahal mereka terlindung dari sepuluh tulah yang menimpa bangsa Mesir. Tuhan pun membelah Laut Merah agar mereka dapat menyeberang, lalu menenggelamkan seluruh pasukan Mesir setelah mereka tiba di seberang. Tiang awan tatkala siang dan tiang api saat malam setia memimpin mereka. Seluruh umat tidak kelaparan oleh manna yang tercurah dari langit. Semua kedahsyatan itu tidak berbekas dalam ingatan hanya gara-gara krisis yang tidak sebanding.

Maksud Tuhan menghadirkan krisis adalah untuk menguji Israel (ay. 25b). Tuhan menuntut kesetiaan dan ketaatan (ay. 26). Tuhan juga menghendaki kita tenang dan bersandar pada-Nya saat krisis melanda. Mari mengenang kebaikan-Nya. Tetaplah yakin bahwa Tuhan itu baik. Ia menyertai setiap anak-Nya dalam tiap krisis. –HEM/www.renunganharian.net

MENGENANG DAHSYATNYA PENYERTAAN TUHAN SEMBARI MENGUCAP
SYUKUR NISCAYA MEMBERI KEKUATAN KETIKA KITA MENGHADAPI KRISIS.