Mengapa Harus Takut ?

Selasa, 7 April 2020

 

Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Zefanya 3; 15

 

Yesus berkata kepada mereka: Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? Markus 4: 40

Kita sering mendengar istilah kesempatan kedua. Kesempatan kedua adalah “anugerah” bagi mereka yang terlanjur gagal. Israel mendapatkan kesempatan kedua ketika mereka mau bertobat dan kembali kepada  jalan Tuhan. Mereka kembali dalam masa-masa gemilang karena Tuhan tidak lagi murka terhadapnya. Sehingga bangsa Israel tidak perlu lagi takut akan malapetaka, sebab Tuhan Allah ada diantara mereka. Hal serupa juga dilakukan Yesus kepada para murid yang ketakutan ketika terjebak dalam badai yang mengancam jiwa mereka. Padahal Yesus, Sang Raja alam semesta ada bersama-sama dengan mereka.

Bukankah hidup kita ini ibarat perahu yang sedang berlayar di tengah lautan luas, yang kadangkala dihantam ombak dan gelombang besar?  Apa yang akan kita lakukan ketika kita terjebak dalam suatu keadaan yang sulit dan tidak ada jalan keluar? Terkadang kita mungkin berusaha sendiri untuk melepaskan diri dari masalah dengan cara kita sendiri, atau justru hanya meringkuk ketakutan dalam keputusasaan. Padahal ketakutan yang terus dipelihara hanya akan membawa kita kepada kegagalan, dan menghalangi kita untuk melihat perkara-perkara besar yang dikerjakan Tuhan bagi kita.

Sebaliknya, kita akan tenang dalam menghadapi badai kehidupan kalau kita yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu ada menyertai kita. Ia akan memberikan kepada kita kekuatan yang cukup untuk melewati dan mengalahkan setiap badai yang terjadi. Mengapa harus takut? Bahkan ketakutan terbesar kita terhadap maut sudah digantikanNya dengan keselamatan kekal. Karena kasih karuniaNya kita memperoleh pengharapan bahwa Allah berkenan untuk tidak membuang kita. Melainkan dengan rela Ia bersedia turun tangan untuk membereskan kehidupan kita yang rusak itu. Jadi, hampirilah Dia di tengah badai yang sedang kita alami, Dia tidak jauh, Dia ada bersama dengan kita. (AS)

 

Bacaan Alkitab: Ayub 38: 1-11 dan Ayub 42: 1-6; Markus 14:66 – 72