Mendoakan Orang Sakit

Suatu ketika, Sandy diminta mendoakan seorang rekan kerjanya yang terbaring sakit di ruang ICU sebuah rumah sakit. Ia pun mengajak keluarga pasien bersepakat untuk berdoa bagi kesembuhan dan pemulihan pasien itu. Sandy tak menyangka setelah berdoa, kondisi orang tersebut mendadak ada perubahan positif. Ia mulai bisa menggerakkan tangan dan berkata-kata. Tindakan yang tidak bisa dilakukan oleh pasien sebelum mereka berdoa. Sungguh luar biasa kuasa Tuhan bekerja di ruangan rumah sakit itu!

Apa yang muncul dalam benak Anda membaca kisah Petrus dan Yohanes yang dipakai Tuhan menyembuhkan si lumpuh? Tentu saja bukan karena mereka sakti atau hebat, melainkan karena kuasa Tuhan bekerja melalui dua rasul Kristus tersebut. Bisakah hal serupa terjadi ketika Anda yang berdoa? Mengapa tidak? Tentu saja bisa! Bukankah salah satu kuasa yang Tuhan Yesus berikan kepada orang percaya adalah meletakkan tangan atas orang sakit, lalu orang itu menjadi sembuh (Mrk. 16:17-18)? Yesus sendiri juga pernah berkata bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, akan dapat melakukan hal-hal seperti yang Yesus lakukan (Yoh. 14:12) termasuk di antaranya dipakai Allah berdoa atas kesembuhan orang yang sakit!

Allah tidak hanya memakai hamba Tuhan untuk menjadi saluran kesembuhan bagi orang sakit, tetapi Ia dapat memakai setiap orang yang percaya. Maukah kita merespons kebenaran ini dengan mulai berani mendoakan mereka yang sakit dan butuh didoakan? Bagian kita hanyalah berdoa dan selanjutnya biarlah kuasa Tuhan yang bekerja. –GHJ/www.renunganharian.net

TUHAN DAPAT MENJAWAB DOA SIAPA SAJA
UNTUK MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA DI DUNIA.