Menahan Godaan Berdosa

Banyak pesohor tertangkap bersama dengan barang bukti pelanggarannya. Ada yang digerebek ketika menikmati narkoba. Yang lain ditangkap ketika melakukan prostitusi. Pejabat banyak tertangkap tangan bersama uang kejahatan mereka. Yang mengherankan, pemberitaan luas tertangkapnya orang-orang terkenal tidak membuat orang jera. Banyak yang merasa diri mereka tidak terawasi dan dapat lolos dari jerat aparat hukum.

Kain memiliki pikiran serupa. Ia menganggap seakan-akan TUHAN tidak mengetahui kejahatan yang dirancangnya. Ketika rasa iri menyesakkan hatinya, Kain terdorong menghilangkan nyawa adiknya, Habel. TUHAN segera memperingatkan Kain dengan cara lembut dan positif. Kain diberitahu mengenai bagaimana ia dapat memperoleh sukacita, yaitu dengan berbuat baik. Namun TUHAN juga mengingatkan Kain, bahwa ia menghadapi godaan besar untuk berdosa. Toh akhirnya Kain lebih menuruti dorongan nafsunya. Jawaban Kain kepada TUHAN mengenai keberadaan Habel memperlihatkan bahwa Kain beranggapan seolah TUHAN tidak melihat perbuatan jahatnya.

Ketika muncul dorongan berdosa, hampir selalu kita telah mendapat peringatan Tuhan. Di lain pihak, Tuhan acap kali tidak berusaha menghentikan rencana dan tindakan kita. Kita pun bersikap seolah Tuhan tidak mengetahui jalan pikiran kita dan mencari banyak alasan untuk mendebat-Nya. Padahal kita dapat terhindar dari kejatuhan bila kita peduli akan peringatan-Nya. Godaan berdosa juga berkurang bila pikiran kita dipenuhi oleh rancangan untuk berbuat baik. –HEM/www.renunganharian.net

MENGHADIRKAN TUHAN, PEDULI AKAN PERINGATAN-NYA,
DAN SELALU MEMIKIRKAN UNTUK BERBUAT BAIK