Memelihara Tubuh

Pada bulan yang sama, saya melayat dua orang kenalan saya. Bedanya, orang pertama meninggal dalam usia lanjut. Adapun orang kedua meninggal dalam usia muda karena komplikasi penyakit. Penyebabnya, ia perokok berat, pecandu minuman keras, dan bergonta-ganti pasangan. Keluarganya, teman-temannya, termasuk saya, sering menasihatinya, bahkan menegur gaya hidupnya itu. Namun, ia mengeraskan hati sehingga tetap melakukan berbagai kebiasaan buruk yang merusak tubuhnya.

Usia kita di tangan Tuhan dan kematian terjadi atas kuasa Tuhan. Namun, menjaga dan merawat tubuh sepenuhnya keputusan kita. Perhatikan hidup Kaleb. Ia orang yang setia mengikut Tuhan dengan sepenuh hati (ay. 9). Bukan hanya dalam hal rohani saja Kaleb menjaga diri, tubuh jasmaninya pun ia jaga dengan sebaik-baiknya. Ia sadar tubuhnya adalah pemberian Tuhan yang harus dijaga baik-baik dan ia tahu janji Tuhan kepadanya harus didapatkan dengan usaha. Untuk mendapatkan Hebron, ia harus berperang dan hal itu butuh kekuatan fisik. Tidak heran, meski usianya sudah 85 tahun, tenaganya masih sama seperti waktu usia 40 tahun (ay. 7-11).

Bukan salah kita kalau dilahirkan dalam kondisi sakit atau berkebutuhan khusus. Menjadi salah kita, kalau dilahirkan dalam kondisi sehat dan tumbuh sehat, lalu menjadi sakit-sakitan karena tidak menjaga dan merawat tubuh. Mari kita hargai kehidupan dan usia yang Tuhan berikan kepada kita sampai sekarang, dengan memelihara dan merawat tubuh supaya sehat dan kuat. –RTG/www.renunganharian.net

MERAWAT DAN MENJAGA TUBUH ADALAH
SALAH SATU BUKTI KITA MENGHARGAI BERKAT TUHAN.