Membasuh Tanpa Kecuali

“Aku tidak akan sudi melihat dia lagi. Sabar kan ada batasnya!” Dalam keadaan marah, kadang terlontar kata-kata seperti itu dari mulut kita. Tidak jarang bahkan disertai makian. Sasarannya pun bisa pasangan, saudara kandung, sahabat dekat, maupun orang-orang yang seharusnya kita hormati. Yang mendengar cercaan kita mungkin tidak kuasa menghentikan kita, sebab bisa saja kita memiliki alasan yang sulit dibantah. Namun sebagai pengikut Kristus, kita sesungguhnya harus memperhitungkan tindakan kita.

Menjelang disalib, Yesus melakukan hal yang luar biasa. Ia membasuh kaki kedua belas murid-Nya! Murid-murid-Nya terkejut. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa Guru mereka yang sangat berkarisma bersedia merunduk dan merendah di bawah kaki mereka. Yesus melakukan yang lebih rendah yang tidak mungkin dilakukan oleh rabi yang lain. Terlebih dari itu, Dia yang adalah Tuhan, membasuh kaki Yudas juga. Padahal Yesus tahu persis apa yang direncanakan dan bakal dilakukan Yudas. Yesus mengampuni Yudas bahkan sebelum Yudas benar-benar melancarkan niat jahatnya. Kerendahan hati dan kasih yang besar mendorong Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya tanpa kecuali.

Yesus tidak saja meninggalkan teladan buat kita. Dia bahkan mewajibkan kita melakukan yang sama. Saat menghadapi hari kesengsaraan-Nya, Yesus berhak marah dan menegur Yudas, juga Petrus yang kemudian menyangkali-Nya. Namun hal itu tidak dilakukan-Nya. Yesus ingin kita meneladani perbuatannya yang demikian. –HEM/www.renunganharian.net

KRISTUS MEWAJIBKAN KITA MENELADANI KASIH DAN KERENDAHAN HATI-NYA.
IA JUGA YANG MEMBERI KEKUATAN KEPADA KITA UNTUK MELAKSANAKANNYA.