Membalas atau Mengampuni?

“Tepuk berbalas, alang berjawat, ” peribahasa yang artinya perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan. Saat dijahati sesama atau menghadapi ketidakadilan dalam hidup ini, peribahasa itu seakan tepat untuk kita. Kita merasa kalau dengan membalas perlakuan mereka, merupakan keadilan buat kita.

Yusuf diperlakukan tidak adil. Saudara-saudaranya berniat membunuhnya meski akhirnya mereka menjual Yusuf. Karena mengingat perbuatan jahat pada Yusuf dahulu, saudara-saudara Yusuf pun menjadi ketakutan ketika bertemu lagi dengannya. Mereka menerka-nerka, Yusuf yang sekarang berkuasa atas Mesir akan membalas kejahatan mereka. Karena itu sampai akhirnya mereka tetap berbohong mengenai pesan terakhir ayah mereka pada Yusuf agar memaafkan perbuatan mereka. Namun Yusuf menyadari kalau dia bukan pengganti Allah dan hanya Allah saja yang mempunyai hak untuk membalas. Dengan rendah hati, Yusuf malahan melupakan dan mengampuni mereka. Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi malah mengampuni. Yusuf menyadari dan memahami rencana Allah dalam hidupnya. Kalau ia tidak dijadikan budak, maka ia tidak dapat menjadi alat Allah untuk memelihara hidup keluarga dan bangsanya.

Manusia sering menganggap kalau pembalasan itu adalah haknya padahal itu hak Allah. Allah mengajarkan manusia untuk saling mengampuni. Tetapi mengampuni seakan menjadi sesuatu yang mustahil dan berat untuk dilakukan, padahal manusia telah menerima pengampunan dari Allah. Sekarang pilihan di tangan kita, mau membalas atau mengampuni? –MIA/www.renunganharian.net

ALLAH TELAH MENGAMPUNI DOSA KITA,
MASA KITA TIDAK MAU MENGAMPUNI SESAMA?