Medik =

Tiga kali Herman merintis usaha, tiga kali ia gagal. Namun ia tidak terpuruk dalam kesedihan. Mengapa? Ia mempunyai teman-teman yang senantiasa memberi dukungan. Sampai Herman merintis usaha baru dan berhasil, mereka terus menopang dan memberi semangat. Kini, Herman pun selalu melakukan hal yang sama, yakni menopang dan menguatkan teman-temannya, setiap kali mereka membutuhkan dukungan.

Kegagalan atau beratnya persoalan bisa membuat kehidupan kita terasa sangat melelahkan. Sekalipun kita tahu Tuhan memberikan janji kemenangan di depan, kita seolah tak mampu lagi berjalan menggapainya. Musa pernah mengalami hal serupa! Musa tahu kalau ia mengangkat tangan, kemenangan menjadi milik bangsa Israel. Namun untuk terus-menerus mengangkat tangan, ia tidak sanggup karena lama-kelamaan tangannya menjadi penat. Beruntung, Musa mempunyai rekan-rekan yang mau membantunya! Segera saja mereka mengambil sebuah batu, meletakkannya sebagai tempat duduk Musa, kemudian Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya. Saling menopang, itulah kunci kemenangan Israel!

Bersyukurlah untuk rekan-rekan atau saudara seiman yang Tuhan kirimkan kepada kita ketika hidup ini terasa penat dan lelah. Tetapi ingat, adakalanya Tuhan juga meminta kita berperan sebagai Harun dan Hur, yakni menjadi penopang bagi orang lain! Tentunya kita tidak boleh bersikap egois dengan hanya mau ditopang, tetapi enggan menopang. Sebaliknya, di mana pun kita ditempatkan, baik di posisi Musa ataupun posisi Harun dan Hur, mengucap syukurlah untuk janji kemenangan yang Tuhan sediakan di depan! –LIN/www.renunganharian.net

BETAPA INDAHNYA KEHIDUPAN INI APABILA
KITA MAU SALING MENOPANG SATU SAMA LAIN!