Masih Murah Hati

Lama tak bertemu, saya berkesempatan bertemu Kak James, pembimbing rohani saya sewaktu kuliah. Sembari berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, ketika kami berhenti di sebuah kios, Kak James tiba-tiba berkata: “Kamu ambil satu yang cocok, nanti saya yang bayar.” Saya pun segera memilih baju yang saya ingini, tetapi sayang tidak ada ukuran yang sesuai. Sekalipun tak jadi mendapat pakaian, saya bersyukur mendapati kemurahan hati Kak James masih terjaga, seperti yang dahulu saya kenal.

Bisakah kemurahan hati seseorang memudar? Bisa sekali! Namun sebaliknya, karakter murah hati dalam diri seseorang juga bisa bertahan dalam waktu lama. Mengapa? Karena Allah sendiri meneladankan hal ini. Ya, murah hati merupakan salah satu karakter yang terlihat dalam diri Bapa Surgawi. Konsistensi Bapa Surgawi untuk bermurah hati kepada manusia masih terlihat sampai hari ini. Allah masih menunjukkan kebaikan kepada manusia yang tak tahu berterima kasih, bahkan orang-orang jahat masih diizinkan menikmati “fasilitas kehidupan” sama seperti yang dinikmati oleh orang-orang baik.

Tentu saja, kebaikan dan kemurahan hati Allah tak lantas membuat kita berpikir untuk menjadi orang yang menyebalkan hati Allah. Karena akan ada waktunya orang-orang yang menolak Dia dan terus-menerus berbuat dosa, akan menerima hukuman atas perbuatan mereka. Namun, kemurahan hati Allah hendaknya mengingatkan kita untuk dapat menjaga kemurahan hati agar jangan sampai memudar dari kehidupan kita. –GHJ/www.renunganharian.net

KARAKTER MURAH HATI MAMPU TERJAGA
SELAMA KITA MENGALAMI KEMURAHAN HATI ALLAH.