Masa Tua, Masa Kekuatan

Setiap tahun berganti, kita akan semakin tua, bukan? Sejujurnya kita tidak suka mengakuinya karena kita hidup pada zaman yang memuja vitalitas kemudaan. Tetapi setiap orang pada akhirnya akan sampai pada usia tiga puluhan, empat puluhan, lima puluhan, enam puluhan, dan terus berlanjut. Bagi sebagian orang, datangnya masa tua bisa jadi menjadi masa yang menakutkan. Bagaimana dengan hidup kita? Bagaimana kita akan memaknai masa tua dan menghadapinya?

Memang usia semakin bertambah dan tubuh semakin lemah, namun Alkitab menyampaikan kepada kita bahwa masa tua bisa menjadi masa kekuatan bagi kita. Nabi Yesaya menyampaikan janji Allah bahwa semakin berubannya rambut kita tidak sedikit pun mengurangi kesetiaan-Nya untuk terus menggendong dan menyertai kita. Ya, memercayai janji Allah akan membuat kita semakin optimis menghadapi masa depan. Penyertaan-Nya meyakinkan kita bahwa Ia masih menyediakan waktu bagi kita untuk menghasilkan hal-hal terbaik bersama dengan kekuatan-Nya.

Kita bisa hidup di masa lalu dan enggan menghadapi masa depan, atau memandang ke masa depan dan hidup dengan iman dan pengharapan. Pertanyaan untuk kita adalah apakah kita pernah memikirkan bahwa sekalipun kita menjadi tua, namun masa itu akan menjadi masa-masa penuh sukacita untuk kita? Ketika anak-anak kita telah mandiri, dan ketika kita telah melewati setiap masa dalam hidup kita, mari mengingat janji Allah: “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar …” (Mzm. 92:15-16). –SYS/www.renunganharian.net

KETIKA USIA MAKIN BERTAMBAH DAN KEKUATAN MAKIN MELEMAH, ALLAH TETAP
MELIMPAHKAN KEKUATAN-NYA SUPAYA KITA MAKIN BANYAK BERBUAH.