Mahkota dan Kebanggaan

Suatu hari ketika sedang menunggu servis sepeda motor dan mengobrol dengan pemilik bengkel, saya terkejut karena pemilik bengkel ini mengenal nenek saya. Padahal, radius lokasi bengkel tersebut cukup jauh dari rumah kami. Kebanggaan saya semakin menebal ketika orang itu mulai menceritakan hal-hal yang baik dari nenek saya. Saya bersyukur karena semasa hidupnya, nenek saya meninggalkan “warisan” yang dapat kami banggakan sebagai generasi penerusnya.

Hari ini firman Tuhan berbicara mengenai hubungan menarik antara dua generasi. Bagi orang-orang tua, kehidupan anak cucu bisa menjadi kebanggaan. Ibarat mahkota yang dengan bangga akan dikenakan dan diceritakan kepada banyak orang. Kita mungkin pernah mendengar seseorang menceritakan anak cucunya dengan mata berbinar. Jangan heran, karena itulah hal yang membanggakan bagi mereka. Sebaliknya, bagi anak-anak, kehidupan generasi pendahulu mereka juga dapat menjadi kehormatan yang luar biasa. Apakah kita tidak merasa terhormat sekaligus bangga ketika ada generasi pendahulu kita yang dikenang dan dipuji banyak orang karena pernah melakukan sesuatu yang hebat semasa hidup mereka?

Jika hari ini kita masih diizinkan hidup, Tuhan sedang memberi kita kesempatan untuk menggenapi nas hari ini. Ya, mari kita jalani kehidupan kita sebaik mungkin, sehingga dapat membanggakan orang tua, keluarga, hingga kerabat kita. Lakukanlah dengan setia, sehingga kelak anak cucu kita dapat mengenang kita dengan penuh kebanggaan, karena mereka berada dalam garis keturunan orang yang luar biasa. –GHJ/www.renunganharian.net

WARISAN NAMA BAIK ADALAH HAL
YANG MEMBANGGAKAN GENERASI PENERUS.