LITURGI JEMAAT MINGGU, 31 MEI 2020

LITURGI IBADAH PENTAKOSTA

UNTUK JEMAAT

DIRUMAH MASING-MASING

MINGGU, 31 MEI 2020

 

 

Tema :

Menjadi Gereja Yang Memberkati

 

Sub Tema :

Jangan Takut, Bersatulah dan Tetaplah Bersaksi

dengan Kuasa Roh Kudus! (Zakharia 4:6)

 

Layanilah seorang akan yang lain,

sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang.  ~I Petrus 4:10~

(Ayat bulan Mei 2020)

 (jemaat  berdiri)

  1. PANGGILAN BERIBADAH

Majelis      :    Kristus telah terangkat ke sorga dalam kemuliaan-Nya. Para murid pun menanti-nanti bilamanakah janji pencurahan Sang Roh Penghibur menjadi nyata atas mereka. Sembari tunduk dalam doa, mereka tetap berhimpun dan bersehati dalam keheningan yang nampak begitu ganjil. Di tengah asa yang seolah kian menipis, para abdi Kristus itu hanya bisa berpasrah diri dengan sisa-sisa kekuatan yang ada pada mereka.

Jemaat : Tetapi dengarkanlah! Seketika ada bunyi desau bagaikan tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka berdiam. Suasana yang mencengangkan itu diikuti pula dengan sambaran lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran, lalu hinggap pada para murid. Ya, itulah hari di mana mereka menerima pencurahan Roh Kudus yang datangnya dari Allah.

Majelis : Maka genaplah sabda Tuhan: “Akan terjadi pada hari-hari terakhir, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia!” Terpujilah Tuhan! “Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.”

Bersama : Penuhilah kami, ya Maha Penghibur! Seperti yang telah dinyatakan atas para Rasul, demikianlah kiranya jamahan kuasa Roh-Mu membuat kami tak gentar untuk bersaksi bagi kemuliaan nama-Mu.

 

Jemaat menyanyikan pujian: “Allah Roh Kudus”

 

Allah Roh Kudus, penuhi kami.

‘Ku rindu Kau selalu dalam hidupku.

Allah Roh Kudus, ubah hatiku.

Celikkan ‘ku, jamahlah, ‘ku rindu hadiratMu.

 

Reff  : Kusembah: kudus, kudus, kuduslah Tuhan.

Dan kusanjung Kau: mulia, mulia, bagiMu, Tuhan.

Kusembah: kudus, kudus, kuduslah Tuhan.

Dan kusanjung Kau: mulia, mulia, bagiMu, Tuhan.

 

Prosesi Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah

 

  1. VOTUM DAN SALAM

Pelayan : Jemaat kekasih Kristus, hari ini kita kembali dipersekutukan Tuhan untuk menghayati peristiwa pencurahan Roh Kudus bagi umat-Nya. Ibadah ini ditahbiskan di dalam sebuah pengakuan bahwa pertolongan kita hanya datang dari Allah Bapa di sorga. Ia yang tidak hanya menjadikan seisi dunia, tetapi juga setia memelihara buatan tangan-Nya. Maka marilah kita merendahkan diri di pelataran-Nya yang kudus.

Jemaat : Dengan pengakuan yang sama, kami merendahkan diri di hadapan-Nya.

Pelayan : Salam sejahtera dari Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus kepada saudara!

 

Jemaat       :    Dan salam sejahtera bagi saudara juga.

Bersama   :    menyahut  5   3   4   5   6   5   4   5  .   .

A    .    .     .     .     .     min

(Jemaat duduk kembali)

  1. INTROITUS : Zakharia 4:6

 

  “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan,

melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam”

 

Jemaat menyanyi : Duh Roh Suci Mugi Kayun (KP. 25:1-3)

PEMBACAAN MAZMUR MINGGU : Mazmur 118:24-29                              

MJ                :24   Inilah hari yang dijadikan TUHAN,

Jemaat        :          marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

MJ               :25   Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan!

Jemaat        :          Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

MJ :26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN!

Jemaat : Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

MJ :27 TUHANlah Allah, Dia menerangi kita.

Jemaat        :          Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

MJ               :28   Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu,

Jemaat        :          Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

MJ                :29   Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!

Jemaat : Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

MJ : Haleluya!

Jemaat : Amin.

 

  1. PENGAKUAN DOSA

Pelayan : Sungguh patutlah Dikau kami puji dan agungkan, ya Maha Pemurah, sebab dalam segala keterbatasan kami, hanya kepada-Mulah kami berpasrah. Hari lepas hari terlalui bukan semata karena kuat, hebat, dan gagah kami, namun kami ada karena kasih-Mulah yang selalu menghibur dan mengayomi.

Kaum Ibu : Di kancah pergumulan, kami ini insan yang begitu lemah dan tiada berdaya, maka sudah seyogianyalah kami tunduk-sungkur pada Sang Mahadigdaya. Dalam kekeringan hidup, acapkali kami menjadi putus asa dan hilang arah, tetapi Engkaulah yang telah merangkai hari-hari kami menjadi penuh gairah.

Pemuda : Ya Bapa, kasih sayang-Mu yang tak bertepi itu tiada pernah kami sangsikan, namun adakah sesama kami mengecap kasih-Mu seperti yang kami saksikan? Engkau pun telah berkenan untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang, tetapi adakah hati kami tergerak bagi mereka yang terkungkung dan terbuang?

SM/Remaja : Ya Kristus, pengajaran serta teladan-Mu tidak sepenuhnya dapat kami taati, sebaliknya pada hasrat pementingan diri sendirilah kami justru menaruh bakti. Ya Roh Penghibur, kami pun telah acapkali mengabaikan bisikan hikmat-Mu, nyatalah kami lebih memberi hati dan telinga pada nikmat dunia yang semu.

Kaum Bapak : Di hadapan takhta-Mu yang Mahakudus, kami anak-anak-Mu tertunduk malu, karena kami menyia-nyiakan banyak peluang yang hanya datang dan berlalu. Sesungguhnya Dikau telah memanggil kami untuk menjadi saluran berkat, tetapi kepada mereka yang tersisih kami justru menciptakan sekat demi sekat.

Warga Senior : Betapa hati-Mu terluka akibat tingkah-ujar kami yang penuh cela dan kekejian! Karena kamilah, mereka yang ada di sekeliling kami terpuruk dalam kepedihan. Ya Mahakasih, adakah pengampunan-Mu tersedia bagi umat-Mu yang berdosa? Masih pantaskah kami Engkau rengkuh di bawah lengan-Mu yang perkasa?

 

Semua                  :    Ya, Maha Pengampun, anugerahkanlah kiranya belas kasih-Mu atas kami! Kami rindu agar kesempurnaan karya kasih-Mu dapat sepenuhnya kami selami. Bimbinglah umat-Mu ini untuk setia dan sedia menjadi duta bagi Kristus, mampukanlah kami untuk melakukannya dengan semangat yang tiada terputus. Amin.

 

Jemaat Menyanyi : “Roh Kudus Hadir Disini”

 

Roh Kudus hadir di sini, mengalir di Bait Suci.

Perkara ajaib pun terjadi, kuasa mujizat nyata

Kar’na Roh Allah sedang bekerja.

 

Reff : Tiada yang mustahil dan tiada yang sukar

Bila Roh Allah turut bekerja.

Tiada yang mustahil bagi orang percaya

Kar’na Roh Allah turut bekerja di antara kita.

 

  1. BERITA ANUGERAH : I Yohanes 2:2

Yesus Kristus adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

 

Pelayan : Dengan memegang teguh kesediaan Tuhan untuk menganugerahkan pengampunan dan bahkan mendamaikan diri-Nya dengan umat kepunyaan-Nya, maka selaku hamba Tuhan Yesus Kristus saya menyampaikan bahwa sesungguhnya pada saat ini juga dosa saudara dan saya sudah diampuni! Berita ini saya sampaikan di dalam nama Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

 

(Jemaat berdiri, saling memberi salam dengan mengucapkan:

“Tuhan mengasihimu!”)

 

  1. PETUNJUK HIDUP BARU : Efesus 4:30

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

 

Jemaat Menyanyi : Roh Kudus, Tetap Teguh (KJ. 237:1-3)

 

1) Roh Kudus, tetap teguh Kau Pemimpin umatMu.

Tuntun kami yang lemah lewat gurun dunia.

Jiwa yang letih lesu mendengar panggilanMu,

“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”

 

2) Kawan karib terdekat, Kau menolong yang penat;

b’ri di jalan yang kelam hati anakMu tent’ram.

Bila badai menderu, perdengarkan suaraMu,

“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”

 

3) Bila nanti tamatlah pergumulan dunia,

dalam sorga mulia nama kita tertera,

asal kita ditebus, pun dipanggil Roh Kudus,

“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera!”

(Jemaat duduk kembali)

 

 

  1. PELAYANAN FIRMAN TUHAN
  2. Doa untuk Pembacaan Firman dan Kotbah
  3. Pembacaan Firman     :    Kisah Para Rasul 2:1-21

2:1      Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2      Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”

2:13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,

2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:

2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

  • Kotbah
  • Saat teduh (diiringi instrumental)

 (Jemaat berdiri)

  1. PENGAKUAN IMAN RASULI

(Jemaat duduk kembali)

  1. DOA SYAFAAT

 

  1. PERSEMBAHAN SYUKUR : Kolose 3:23

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

 

Jemaat menyanyi : Rindukah Engkau Mendapat Berkat (NKB. 100:1-dst)

 

1) Rindukah engkau mendapat berkat Tuhan yang penuh di seluruh hidupmu?

Mintalah kepada Bapamu yang janjiNya teguh: menyertai langkahmu.

 

Refrein : Roh Kudus terus meluap di hatimu,

kar’na Tuhan berpesan: “Bawalah bejanamu”.

Roh Kudus terus meluap di hatimu,

pun dengan kuasaNya.

 

2) Bawalah bejanamu yang kosong pada Penebus, wahai kawan yang lesu.

Dengan hati yang rendah tetap nantikan Roh Kudus, masuk dalam hatimu. Reff…

 

3) O anugerah ilahi pun mengalirlah terus, tak berubah kasihNya.

Bejanamu ‘kan terisi oleh kuasa Roh Kudus; ya dan amin janjiNya, Reff…

 (Jemaat diundang berdiri)

DOA PERSEMBAHAN

 

  1. NYANYIAN PENUTUP : ApiNya Berkobar Dalam Hatiku (NKB. 104:1,3-4)

 

1) ApiNya berkobar dalam hatiku,

‘Ku girang kar’na Yesus yang memb’ri.

Dihangatkan jiwaku, tak perlu ‘ku mengeluh,

darahNya membasuh diriku bersih.

 

Refrein : ApiNya terang, jiwaku senang,

muliakanlah Tuhanku;

Haleluya bergemar, Yesus Raja yang benar,

apiNya berkobar dalam hatiku.

 

3) ApiNya berkobar dalam hatiku,

jiwaku s’lamat kar’na kuasaNya.

Nyala kasih dalamku, mengalahkan seteru;

Roh memimpin hidupku seluruhnya. Reff…

 

4) ApiNya berkobar dalam hatiku,

       dinyalakan iman, harapanku.

       ‘Ku bersaksi bagiNya, muliakan namaNya,

       agar nyata kasih Kristus, Tuhanku. Reff…

 

 

  1. PENGUTUSAN DAN BERKAT

Pelayan   :  Saudaraku, izinkanlah Roh Tuhan bekerja di dalam hidupmu. Berilah dirimu digerakkan oleh kuasa Sang Roh Penghibur. Enyahkanlah ketakutan, tetaplah bersatu, dan jadilah duta Kristus di manapun engkau berada.

Jemaat : Kami bersedia menjadi saksi Kristus. Kiranya Roh Kudus memampukan kami.

Pelayan : Arahkanlah hati dan pikiranmu kepada Tuhan.

Jemaat : Kami mengarahkan hati dan pikiran kami kepada-Nya.

Pelayan : Kini terimalah berkat-Nya: “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal itu, kiranya memelihara hati dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus dan Roh Kudus. Amin.”

 

(Jemaat menyanyikan NKB 225 Haleluya 5x, Amin 3x)