Kurang Disambut

Menurut survei, lebih dari separuh mahasiswa asing di Inggris mengatakan bahwa mereka merasa kurang disambut karena kebijakan imigrasi. Tetapi, meskipun mereka merasa kurang disambut karena pembatasan imigrasi, mereka mengaku mendapat pengalaman positif di Inggris.

Naaman, panglima raja Aram, pergi jauh ke Israel menjumpai nabi Elisa untuk menyembuhkan penyakit kustanya. Ketika mereka tiba di depan pintu rumah Elisa, sang nabi menyuruh seorang suruhannya untuk menyampaikan pesan kepada Naaman untuk mandi tujuh kali dalam sungai Yordan supaya ia sembuh. Karena Elisa tidak ikut ke luar rumah untuk mendoakan dan meletakkan tangannya pada Naaman, ia merasa kurang disambut dan menjadi gusar dan pergi dengan panas hati dan mulai mengurungkan tujuan dan niatnya semula. Namun karena bujukan pegawai-pegawainya, ia pun merendahkan dirinya dan melakukannya sehingga sembuh.

Bila mahasiswa asing di Inggris tetap pada perasaannya, kurang disambut, maka mereka akan pulang ke negara asalnya dan tidak akan mendapat pengalaman positif di Inggris. Bila Naaman tidak merendahkan dirinya dan tetap pada perasaannya, kurang disambut, maka dia akan pulang ke negerinya dan tidak mengalami kesembuhan. Perasaan kurang disambut bisa kadang muncul ketika kita mau meraih niat, tujuan atau cita-cita kita. Namun bila kita mengabaikan perasaan tersebut dan merendahkan diri, maka niat, tujuan atau cita-cita kita akan menyambut kita. –HST/www.renunganharian.net

MERENDAHKAN DIRI AKAN MENGUSIR PERASAAN KURANG DISAMBUT.