Kualitas Memang Beda

John, seorang anak Tuhan sekaligus pakar kesehatan, sempat diragukan kemampuannya hanya karena dia seorang Kristen. “Apakah tidak ada orang lain, kecuali orang Kristen ini?” tanya orang yang berotoritas di lembaga itu. “Tidak ada. Orang ini yang terbaik dan paling pintar. Kita harus pakai dia untuk mengajar kita, ” jawab bawahannya. Akhirnya, John pun dapat mengajar sekaligus bercerita tentang imannya di tengah orang-orang yang belum percaya Kristus.

Daniel dikenal sebagai sosok yang berbeda sejak kedatangannya sebagai bangsa buangan di daerah kekuasaan Nebukadnezar. Perbedaan yang terlihat sejak Daniel dan ketiga sahabatnya dengan tegas menolak santapan ala istana, lalu meminta sayuran dan air untuk dikonsumsi. Hal berikutnya yang menarik perhatian seantero kerajaan Babel adalah ketika didapati kecerdasan Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sepuluh kali melebihi semua orang berilmu di seluruh kerajaan. Kualitas yang mau tak mau membuat raja memberi kedudukan tinggi sekalipun status mereka sebagai orang buangan, yang menyembah Allah Israel!

Bagi umat Tuhan yang menerima hikmat dan berada dalam penyertaan Tuhan, apa yang dialami Daniel dan ketiga sahabatnya tidak mustahil untuk terjadi pada masa kini. Kualitas hidup kita akan dibuat Tuhan berbeda, sehingga mau tidak mau orang akan “menoleh” dan berpikir ulang untuk menolak kita mengajar, menjalin kerja sama bisnis, memimpin perusahaan, dan banyak hal luar biasa lainnya. Maukah kita dipakai oleh-Nya secara luar biasa? –GHJ/www.renunganharian.net

PRIBADI YANG BERKUALITAS AKAN SELALU DIBUTUHKAN,
DI MANA PUN IA BERADA.