Krisis Akal Budi

Bila kita perhatikan perkembangan dunia saat ini ternyata ada banyak krisis yang terjadi, mulai dari krisis ekonomi global, krisis kesehatan oleh karena munculnya berbagai virus mematikan, sampai pada krisis akal budi yang mengakibatkan timbulnya banyak kejahatan. Dalam berita setiap harinya kita selalu disuguhkan berbagai tindakan kriminal yang kerap kali membuat kita berguman, ‘Kok tega ya? Kok bisa suami membunuh istri…dst’. Mulai dari penipuan, perampokan, pelecehan seksual, pembunuhan, dan banyak lagi kejahatan lain yang mengerikan. Berbagai tindak kejahatan yang di luar nalar itu cukup menjadi bukti bahwa dunia sedang mengalami krisis akal budi, tidak lagi dapat berpikir sehat, dan jauh dari kata ‘wise’.

Krisis akal budi tidak hanya terjadi di dunia modern sekarang ini tetapi juga terjadi pada zaman Daud. Daud menuliskan kebebalan manusia termasuk umat pilihan Allah, yang masih suka melakukan banyak kejahatan dan menyeleweng dari Allah. Ketika Allah melihat ke bumi, tidak ditemukan lagi orang- orang yang berakal budi dan mencari Allah. Ini merupakan suatu fakta yang menyedihkan. Sampai saat ini Allah masih melihat ke bumi, adakah orang-orang yang berakal budi dan mencari Allah? Banyak orang Kristen mengaku percaya kepada Kristus tetapi tidak sungguh-sungguh menghormatiNya. Pergi ke gereja ternyata tidak benar-benar beribadah, tetapi hanya sekedar rutinitas dan eksistensi diri. Suka memilihmilih dalam bergaul dan sulit untuk mengasihi sesama dengan tulus. Sibuk mencari hal-hal dunia bahkan dengan cara yang tidak benar sampai rela mempertaruhkan imannya. Bisakah kita bayangkan bagaimana perasaan Allah ketika melihat kita di bumi berlaku demikian?

Mari kita renungkan firman Tuhan hari ini, “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”. Orang percaya harus berani berbeda dari dunia dan tetap berfokus untuk menyembah Allah saja. Jika kita termasuk orang yang tidak sehat pikirannya atau orang yang tidak berakal budi, maka berubahlah. Artinya kita mau bertobat, memperbaiki diri dan mohon tuntunan Roh Kudus agar kita dapat membedakan mana yang dikehendaki Allah. Kemauan untuk bertobat tentu harus didasari pada kerendahan hati dan komitmen dalam iman percaya yang benar. Hingga pada akhirnya Allah melihat ke bumi ternyata Ia menemukan kita yang percaya kepadaNya benar-benar hidup dalam hikmat Allah dan setia menyembahNya. Bersediakah anda turut mengatasi krisis akal budi ini dengan mulai memperbaharui hidup dan sungguh-sungguh mencari Allah? ( A3P )

 

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 4: 1-6; 1 Timotius 6: 17-21

Doa: Ya Allah, baharuilah hidup kami dengan RohMu, luruskanlah jalan pikiran kami agar kami menjadi berhikmat dan tuntunlah kami senantiasa dalam mencari dan menyembah Engkau. Amin.