Ketika Yesus Diinterupsi

Dalam ibadah, sementara khotbah sedang berlangsung, mendadak seorang anak kecil berlari menuju ke arah mimbar. Semua mata pun tertuju ke arah mimbar karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh gembala gereja tersebut. Jemaat menyangka gembala gereja akan marah, tetapi dugaan mereka meleset. Setelah memberi kode kepada para pengerja gereja agar mereka tetap di tempat, si gembala dengan tenang menghampiri anak kecil itu, mengusap kepalanya, lalu menuntunnya menuju orangtuanya yang terlihat berjalan ke mimbar untuk menjemput anaknya. Setelah keadaan terkendali, barulah si gembala meneruskan khotbahnya, seolah interupsi dari anak kecil tadi tak pernah terjadi.

Yesus pun pernah menerima interupsi dari anak-anak kecil, sementara Ia sedang mengajar. Melihat adanya gangguan kepada Guru mereka, para murid segera merespons dengan memarahi orang-orang yang ingin membawa anak-anak kecil itu kepada Yesus. Apakah Yesus juga marah karena merasa terganggu? Ternyata tidak! Yesus dengan sabar menerima anak-anak itu, lalu menumpangkan tangan-Nya untuk memberkati mereka. Yesus pun menghargai upaya orang-orang yang membawa anak-anak kecil itu (ay. 14). Benar-benar sebuah teladan yang luar biasa dari Yesus menanggapi situasi yang tak terduga.

Bagaimana respons kita selama ini ketika ada situasi tak terduga yang menginterupsi aktivitas kita? Apakah kita cenderung marah atau mampu merespons dengan penuh kesabaran? Sebagai pengikut Kristus, hendaknya kita dapat senantiasa mengikuti teladan-Nya. –GHJ/www.renunganharian.net

INTERUPSI TERKADANG DIPAKAI ALLAH UNTUK MENGUJI
DAN MELATIH PENGUASAAN DIRI DARI UMAT-NYA.