Ketika Tak Dimengerti

Perjalanan hidup itu terkadang begitu melelahkan. Kita bekerja dari saat matahari terbit hingga terbenam untuk memastikan semua tugas terselesaikan. Di sana kita berusaha keras memenuhi kebutuhan setiap orang. Kita bahkan bekerja lebih dari kewajiban kita, membanting tulang. Terlalu kerasnya kita bekerja mungkin membuat kita tidak sempat makan siang. Punggung kita pegal, kepala berdenyut, kaki dan tangan kita terasa nyeri, hingga tak berapa lama kemudian… kita diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas lagi.

Permintaan itu mungkin tidak mengganggu. Kita lebih terganggu dengan komentarnya yang berkata, “Engkau tidak sibuk, bukan?” Rasanya kita ingin berteriak, tapi kita menahannya. Kita berpikir dalam hati: mengapa tak seorang pun bisa mengerti? Itulah kehidupan! Disalahpahami, tidak dimengerti, itu memang terasa tidak adil. Tapi itulah hidup, memang tidak adil. Berita baiknya adalah ada sebuah Pribadi yang sangat mengerti dan memahami kelelahan kita. Dia adalah Yesus!

Yesus, kerap disalahpahami dan Ia telah dicobai dalam segala hal (ay. 15). Yesus mengerti rasanya lelah dan tidak dihargai orang-orang di sekitar-Nya. Itulah sebabnya Ia turut merasakan kelelahan dan kelemahan kita. Yesus bahkan berjanji akan memberi kelegaan kepada kita (Mat. 11:28). Yesus mempunyai kasih, kekuatan dan kasih karunia untuk diberikan ketika kita merasa disalahmengerti dan dimanfaatkan. Mendekatlah kepada-Nya, ungkapkan kelelahan kita, dan Ia akan memberi kelegaan untuk kita. –SYS/www.renunganharian.net

TIDAK ADA YANG LEBIH BISA MENGERTI SEGALA KELELAHAN DAN KELEMAHAN
KITA SELAIN DARI PADA YESUS KARENA IA TURUT MERASAKANNYA.