Kesalahan David Beckham

David Beckham dianggap sebagai salah satu talenta hebat dalam sejarah sepak bola. Aksi-aksinya semasa masih aktif bermain, terutama tendangan bebasnya, sangat terkenal dan ditakuti oleh para lawannya. Namun, Beckham pernah melakukan satu kesalahan yang rasanya akan terus dianggap sebagai “dosa”, yakni ketika ia membela Timnas Inggris melawan Argentina pada Piala Dunia 1998. Aksi tekel yang berbuah kartu merah, dianggap sebagai biang kegagalan lolosnya Timnas Inggris ke babak delapan besar.

Sungguh tak enak apabila kesalahan kita selalu diingat, terutama oleh orang-orang yang dekat dan kita percayai. Namun, kita bersyukur karena Allah tidak seperti itu. Berdasarkan nubuatan yang disampaikan Yeremia, di dalamnya terkandung janji bahwa Allah akan mengampuni kesalahan dan tidak lagi mengingat dosa mereka. Janji yang terasa melegakan bagi kita, karena ketika kita datang kepada Allah untuk memohon pengampunan, Allah tak hanya akan mengampuni dosa dan kesalahan kita … tetapi tidak lagi mengingatnya!

Selain mensyukuri janji firman ini, kita pun diharapkan dapat melakukan perkara yang sama kepada orang lain yang bersalah kepada kita. Pintu maaf yang terbuka dan kesediaan untuk tidak mengingat (mengungkit) kesalahan, akan menjadi perkara yang melegakan bagi orang yang menerimanya. Bukankah jika kita ada dalam posisi mereka, kita juga mengharapkan perkara yang sama? Biarlah kita tak hanya dikenal sebagai pribadi pemaaf (pengampun), tetapi juga dikenal tidak suka mengingat kesalahan orang lain. –GHJ/www.renunganharian.net

PENGAMPUNAN YANG KITA TERIMA DARI ALLAH, WAJIB KITA TERUSKAN
KEPADA SESAMA YANG MEMBUTUHKAN.