Kemurahan Tuhan

Setelah berhasil mengartikan mimpi Firaun, Yusuf yang sebelumnya berada dalam penjara diangkat menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir (ay. 41). Kemudian Firaun memberi Yusuf seorang istri (ay. 45), dan istrinya melahirkan dua orang anak laki-laki (ay. 50). Yusuf yang awalnya tampak tidak punya masa depan, kini membangun rumah tangga dan menapaki karier cemerlang. Tidak heran Yusuf menamakan anak sulungnya Manasye, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku” (ay. 51). Saat anak keduanya lahir, Yusuf memberi nama Efraim. Yusuf menyatakan: “Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku” (ay. 52).

Serangkaian kebaikan yang Yusuf terima adalah gambaran dari kemurahan Tuhan. Betapa menyenangkan saat seseorang menerima kemurahan Tuhan! Segera, ia akan melupakan semua kesedihan yang dialami. Dukacita berubah menjadi sukacita. Ia yang dulu meratap, kini mengecap limpahan berkat. Air mata terhapus sudah diganti senyuman menghias di wajah. Tidak heran pemazmur mengibaratkan saat itu seperti mimpi (Mzm. 126:1). Seolah tidak percaya, tapi itulah yang Tuhan lakukan bagi kita.

Apakah kita merasa hari-hari di kehidupan kita saat ini begitu sukar? Beragam persoalan mengimpit di kiri dan di kanan. Kiranya kebenaran firman Tuhan hari ini memberi kita harapan. Alih-alih bersusah hati, mari datang kepada Tuhan di dalam doa! Nantikan dengan sabar kemurahan Tuhan yang pasti akan dinyatakan bagi kita! Bila saat itu tiba, mulut akan penuh dengan tawa dan lidah dengan sorak-sorai. –LIN/www.renunganharian.net

KEMURAHAN TUHAN AKAN MENGHAPUSKAN SAMA SEKALI
SEMUA KESENGSARAAN YANG KITA ALAMI.