Kebenaran yang Menyakitkan

Soe Hok Gie, seorang pejuang kemanusiaan pernah berkata, “Umumnya orang tidak suka mendengar kebenaran, karena kebenaran itu sering kali menyakitkan.” Kalimat bijak yang tak hanya diucapkan tanpa bukti, tetapi diperlihatkan oleh Soe Hok Gie selama ia menjadi pejuang kemanusiaan. Perkataan yang mengingatkan kita pada reaksi negatif Herodes, ketika mendengar teguran dari Yohanes Pembaptis.

Sebagai raja yang memiliki wewenang, kuasa, dan wibawa besar, ego Herodes terusik ketika Yohanes Pembaptis menegurnya. Sebagai utusan Allah, Yohanes Pembaptis tanpa ragu menegur Herodes yang memperistri Herodias, istri Filipus, saudaranya. Sebenarnya Herodes ingin membunuh Yohanes Pembaptis karena sakit hati, tetapi ia tak punya nyali melakukannya. Maklum, saat itu nama Yohanes Pembaptis cukup terkenal sebagai seorang nabi yang diurapi Allah. Akhirnya, dendam kesumat Herodes pun terpenuhi ketika momen ulang tahunnya. Namun, apakah Herodes kemudian berubah menjadi raja yang hidup dalam kebenaran? Tak ada catatan mengenai hal tersebut.

Kebenaran memang terkadang tak menyenangkan, sehingga sedikit sekali orang yang berada dalam “kumpulan” tersebut. Namun, orang yang membuka dirinya terhadap kebenaran, dan menerima yang paling menyakitkan sekalipun, kelak akan terbukti bahwa ia berada di tempat yang benar. Bagi orang percaya, hidup dalam kebenaran menjadikan kita orang yang berbahagia. Seberapa siapkah kita menerima kebenaran? Masihkah kita memilih kebenaran, ketika hal itu terasa menyakitkan? –GHJ/www.renunganharian.net

KEBENARAN SEPERTI PIL PAHIT
YANG MENYEMBUHKAN BANYAK PENYAKIT.