Kata-Kata Penguatan

Seorang teman yang semula bekerja di kapal pesiar, harus mengalami pergumulan luar biasa setelah tidak lagi bekerja. Penghasilan besar yang dimilikinya pun ludes akibat ditipu. Kini, sekadar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa hidup “menggelandang” dengan mengamen dari kota ke kota. Ketika ada kesempatan berkomunikasi via WhatsApp, saya mencoba memberinya penguatan, sambil mengingatkannya agar menyempatkan diri beribadah. “Supaya kamu tetap ingat Tuhan dan berharap kepada-Nya.”

Daud pernah mengalami pergumulan hebat ketika ia harus melarikan diri dari Saul, mertuanya sendiri. Namun, dalam kondisi yang tentu menekan jiwanya, Yonatan melakukan perannya sebagai sahabat dengan sangat baik. Ia tak hanya menaruh peduli kepada Daud, supaya nyawa Daud tetap aman, tetapi juga mengarahkan Daud kepada pribadi yang tepat (ay. 16). Yonatan juga menyemangati Daud agar tidak takut menghadapi ancaman raja Saul, karena ia telah ditentukan untuk menjadi raja Israel (ay. 17). Sungguh kata-kata penguatan yang sangat diperlukan oleh Daud dan Yonatan memberikannya pada waktu yang tepat!

Dalam masa-masa sukar dan pergumulan berat melanda, siapa pun dapat mengalami lemah iman hingga pengharapan yang memudar. Namun, ketika keyakinan dan fokus kembali diarahkan kepada Allah, niscaya akan ada kekuatan, iman, dan pengharapan yang dipulihkan oleh kasih karunia Allah. Mari, jadilah “Yonatan-Yonatan” masa kini khususnya bagi mereka yang memerlukan penguatan, supaya iman mereka tidak kandas! –GHJ/www.renunganharian.net

MENGINGAT ALLAH PADA MASA SUKAR,
AKAN MENJAGA STABILITAS IMAN DAN PENGHARAPAN.