Kasihanilah Aku…

Tolong…kasihanilah aku….”. Kalimat ini sering kali kita dengar dari seorang pengemis, orang sakit, mereka yang lemah dan menderita. Bukan sebagai mantra atau iklan, tetapi karena memang mereka sedang membutuhkan pertolongan dan belas kasihan.

Ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun menderita sakit, sedang berbaring di dekat kolam Betesda. Ia selalu menanti saat air di kolam itu bergoncang, sebab siapapun yang terlebih dahulu masuk dalam kolam ketika airnya bergoncang maka ia akan sembuh. Namun sayangnya ia selalu terlambat karena didahului oleh orang-orang sakit lainnya yang juga menanti untuk sembuh. Sampai pada akhirnya Yesus melewati tempat itu, melihat dan menyapa orang sakit itu dengan penuh kasih. Orang sakit itu mengungkapkan betapa ia membutuhkan belas kasihan orang untuk dapat membawanya masuk ke dalam kolam ketika airnya mulai berguncang sehingga ia akan sembuh. Mengetahui kerinduannya itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan lalu Ia melakukan mujizat sehingga orang sakit itupun menjadi sembuh.

Lalu bagaimana dengan orang sehat yang hidupnya berkecukupan dan memiliki berbagai kelebihan, adakah juga kalimat ‘kasihani aku…’ ini diungkapkan? Seringnya kita menjadi lupa bahwa ternyata kitapun membutuhkan belas kasihan Allah. Di dunia ini kita mengalami banyak penderitaan oleh karena dosa, sehingga kita juga sangat membutuhkan belas kasihan Allah untuk menolong dan menguatkan kita menjalaninya. Lihatlah Daud ketika berdoa ia mengakui segala dosanya dan mohon pengampunan Allah, sekaligus mengharapkan perlindungan Allah dalam setiap perjalanan hidupnya. Sekalipun Daud memiliki banyak kelebihan, kekuasaan dan materi, tetapi ia menyatakan bahwa ia adalah orang yang sangat membutuhkan belas kasihan Allah. Daud merendahkan dirinya di hadapan Allah dan memohon agar Allah jangan berpaling darinya. Kiranya kitapun dapat menyadari bahwa kita juga adalah orang-orang yang membutuhkan belas kasihan Allah. Selain karena kita lemah dan terbatas oleh karena dosa, kesadaran ini juga menjadi bukti bahwa kita mengakui kuasa Allah dan mengharapkan perlindunganNya. ( A3P )

 

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul1: 12-26; 2 Timotius 1: 13-18

Doa: Kasihanilah aku ya Allah, sebab aku orang berdosa dan tidak mampu berjalan sendiri. Hanya belas kasihanMu saja yang kami harapkan untuk memampukan kami menjalani  hari-hari ke depan. Amin.