Kasih dalam Kebenaran

Adolfina Camelli Ortigoza dari Nemby, Paraguay sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari suaminya, Pedro Heriberto Galeano. Pedro sering memukulnya lantaran cemburu berat. Menurut pengacara Adolfina, Arnaldo Martinez, Pedro menjadi kejam ketika ada orang yang menyukai foto-foto istrinya di Facebook. Uniknya, orang yang melaporkan kasus ini kepada polisi setempat adalah ayah kandung Pedro.

Sebagian orang masih memahami kasih sebagai sikap toleransi terhadap kesalahan. Memiliki solidaritas yang tinggi antarkelompok, keluarga, kerabat atau suku, tetapi mengabaikan kebenaran. Kita perlu waspada, mengingat kasih yang berkenan di hadapan Tuhan adalah kasih dalam kebenaran. Hanya dengan kebenaran, orang yang lemah dan tersingkir memperoleh hak mereka. Sementara dusta dan pemutarbalikan kebenaran menyebabkan orang benar menjadi kurban ketidakadilan. Tidak ada kebohongan yang dapat ditoleransi dalam kasih yang dilandasi kebenaran. Tujuan baik tidak membuahkan kebaikan jika dilakukan dan dilandaskan pada cara yang keliru.

Allah menurunkan hujan dan panas matahari bagi orang yang baik maupun yang jahat. Allah juga memberikan teladan hidup melalui diri Yesus Kristus. Dari kasih Allah dan kehidupan Yesus kita belajar bahwa integritas anak-anak Tuhan adalah menyatakan kasih kepada semua orang, termasuk musuh, atas dasar kebenaran. Roh Kudus selalu siap menolong kita menyuarakan kasih dalam kebenaran. Apa lagi alasan kita untuk tidak menyatakan kasih dalam kebenaran Tuhan? –EBL/www.renunganharian.net

KASIH BUKAN TINDAKAN MEMBELA ORANG TERDEKAT,
MELAINKAN KEPEDULIAN BERDASARKAN KEBENARAN TUHAN YANG MENYELAMATKAN.