Karunia untuk Menderita

Meski dalam penjara, Rasul Paulus tetap bersemangat menasihati murid-murid Tuhan agar tetap setia dalam panggilannya sebagai umat Tuhan. Paulus tahu bahwa jemaat Tuhan di Filipi juga menghadapi tantangan iman yang besar dan harapan terbesar yang ingin didengarnya adalah agar mereka berdiri teguh dalam satu roh dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Injil (ay. 27).

“Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, ” demikian Rasul Paulus mengingatkan jemaat di tengah tantangan iman yang mereka alami. Untuk menguatkan mereka, Paulus mengatakan bahwa mereka dikaruniakan untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga karunia menderita bagi Dia (ay. 29). Ketika kita konsisten untuk hidup berpadanan dengan Injil Kristus, kita pun sedang berjuang untuk berdiri teguh mempertahankan iman kita dari orang-orang yang “menyerang” kita. Mengalami derita oleh karena kesetiaan melakukan kebenaran firman Tuhan sesungguhnya adalah sebuah karunia Allah!

Dalam hidup sehari-hari, iman kita diuji mungkin dalam hal yang sederhana, seperti apakah kita lebih rela gagal dan mengikuti ujian berulang kali daripada menerima tawaran membayar sejumlah uang dan urusan menjadi mudah? Atau kita memilih untuk mengikuti aturan dan hidup jujur walau akibatnya hidup kita tidak sesukses orang-orang di sekitar kita. Kita menderita, tapi itu karunia Allah! Apakah kita tetap bertahan dalam kebenaran meski menderita? –SYS/www.renunganharian.net

KITA MENDERITA KARENA KONSISTEN HIDUP MELAKUKAN INJIL KRISTUS,
ITU ADALAH KARUNIA ALLAH!