Karena Kita

Sabtu, 11 April 2020

 

“Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu. Yeremia 14: 7

 

Ia ( Kristus ) sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.     1 Petrus 2: 24

Dalam lukisannya yang berjudul “The Raising of the Cross”, Rembrandt melakukan sesuatu yang tidak lazim dalam dunia lukis di Eropa saat itu. Ia melukis dirinya sendiri sebagai salah satu orang yang menyalibkan Kristus. Kesedihan menggelantung di raut wajahnya. Namun, kedua tangannya terlihat bersemangat memegang kayu salib. Melalui lukisan ini, ia menggambarkan bahwa ia tidak suka Kristus disalibkan, tetapi dosanyalah yang membuat Kristus mati di kayu salib.

Sejak zaman bangsa Israel, dosa memang sudah menjadi “makanan” lezat yang sulit ditinggalkan. Yeremia sudah cukup banyak memberitakan firman Allah yang keras tentang kehancuran yang akan segera menimpa orang Israel. Namun mereka tetap mengeraskan hati. Meskipun demikian, Yeremia bukanlah seorang nabi yang sadis. Hatinya penuh kelembutan, sehingga ia senantiasa meminta pengampunan bagi Israel dan mendoakan pemulihan bagi bangsanya. Tak putus-putusnya, dia memohon kepada Allah agar tidak meninggalkan umat-Nya karena hanya di dalam Allah saja ada pengharapan. Hanya Allah yang mampu memulihkan kehidupan umat yang penuh dosa melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang tidak berdosa.

Demikian pula dengan tegas Petrus menyatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa. Mengapa Dia harus mati disalibkan? Karena Dia hendak memikul dosa-dosa kita. Dia menggantikan kita untuk menanggung hukuman dosa kita supaya kita menjadi “sembuh”. Memang seharusnya kita yang dihukum karena dosa kita. Seharusnya kita yang dikutuk, seharusnya kita yang harus menanggung sakit penyakit kita. Tetapi semua itu telah digantikan dan ditanggung oleh Yesus sendiri di atas kayu salib. Oleh sebab itu, ketika kita memandang salib Yesus, adakah kita melihat diri kita pun hadir di kerumunan orang banyak dan turut menyalibkan Dia? (AS)

 

Bacaan Alkitab: 1 Petrus 3: 18-22; Markus 15: 42-47