Karakter Seorang Murid

Di masa sekarang, di sekolah, seorang murid hanya akan bertemu dengan gurunya pada jam-jam tertentu. Mereka hanya mendapat pengajaran dalam jam tertentu karena waktu yang terbatas. Wajarlah seorang murid tidak akan mengenal dengan sempurna kehidupan gurunya. Di zaman Yesus, para murid hidup dan tinggal bersama-Nya. Mereka tidak hanya menerima pengajaran Yesus, tetapi mereka juga bisa melihat dan meniru cara hidup gurunya.

Banyak orang memberikan diri untuk melayani Tuhan, namun tidak semua dari mereka memiliki karakter seorang murid. Seorang murid Kristus akan mengalami perubahan karakter yang terjadi dari perubahan pola pikir. Seorang murid Kristus selayaknya melakukan apa yang berkenan atau menyenangkan Tuhan setiap hari. Dan tindakan untuk menyenangkan Tuhan yang dilakukan dalam tindakan nyata secara terus berulang-ulang sampai mati. Ia akan menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikuti teladan Kristus.

Seorang hamba berkarakter murid Kristus, tidak hanya sekadar tunduk menerima pengajaran dari Sang Guru Agung, tetapi ia pasti mengikuti juga teladan hidup-Nya. Seorang murid paham betul bahwa untuk mengikut dan melayani Tuhan mengandung sebuah tanggung jawab besar. Ia tidak hanya tahu, fasih, atau pandai mengajar, tetapi ia adalah seorang yang mampu menunjukkan teladan hidup Kristus dalam hidup sehari-hari kepada setiap orang. Penyangkalan diri dan pikul salib akan menumbuhkan karakter Kristus dalam hidup kita. –SYS/www.renunganharian.net

SEORANG MURID SEJATI TIDAK SEKADAR MENERIMA PENGAJARAN,
TAPI IA AKAN MENGIKUTI TELADAN HIDUP GURUNYA.