Jiwaku S’lamatlah

Jumat, 10 April 2020

 

Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Mazmur 112: 1

 

Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. 1 Petrus 2: 24-25

 

Orang yang sulit disembuhkan adalah mereka yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang sakit. Ketidaksadaran inilah yang sangat berbahaya jika terjadi dalam kehidupan orang percaya. Hidupnya cenderung akan mengikuti kehendak hatinya sendiri, dan tak jarang berakhir pada keputusasaan. Sebaliknya mereka yang berbahagia adalah orang-orang yang takut akan Tuhan. Mereka yang menyadari bahwa segala berkat, sukacita, pergumulan, dan teguran Tuhan adalah untuk kebaikan dan pemulihan hidupnya. Sehingga apa pun yang terjadi dalam hidupnya tidak akan menggoyahkan imannya kepada Allah. Orang-orang berdosa adalah seperti domba yang tersesat tanpa gembala. Mereka rentan terhadap bahaya, baik semak duri, kecelakaan, maupun binatang buas.

Hari ini kembali diingatkan bahwa kita adalah domba-domba yang lemah. Kita membutuhkan Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus untuk menyelamatkan jiwa kita. Janganlah seperti kebanyakan orang yang cenderung lebih memilih hidup menurut keinginannya sendiri dan memuaskan nafsunya daripada harus tunduk dan taat kepada Tuhan. Tuhan Yesus sendiri telah mati agar kita hidup. Kematian Yesus adalah kematian yang menyelamatkan, menyembuhkan, memulihkan, membebaskan dan memberkati. Maka marilah disisa waktu hidup ini, kita senantiasa hidup dalam kebenaran yang meneladani Sang Juruslamat.

Dia telah, masih, dan tetap akan mengasihi kita. Dia adalah  Gembala yang baik yang terus akan menguatkan dan meneguhkan kita. Tidakkah Tuhan menunjukkan bagaimana Ia begitu setia kepada kita. Tidakkah kita akan setia kepadaNya? (AS)

 

Bacaan Alkitab: Yohanes 19: 16-30; 2 Korintus 5: (14b-18) 19-21; Markus 15: 24-41