Jangan Tolak

Senin, 6 April 2020

 

Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing. Hosea 8: 12

 

Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang kedalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku. Yohanes 18: 37

Mendidik selalu bertujuan agar yang dididik mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Peringatan atau teguran menjadi bagian di dalamnya, namun tentu itu semua untuk kebaikan orang yang dididik. Walaupun bangsa Israel telah banyak diajarkan tentang hukum Tuhan, namun mereka masih tetap mengeraskan hati dan menolaknya. Hal ini nampak ketika mereka mendirikan banyak mezbah yang seharusnya menunggu perintah Allah. Disatu sisi bangsa Israel terlihat begitu giat melayani Allah, namun disisi lain mereka juga begitu bersemangat menyembah berhala. Bangsa Israel telah menolak Allah.

Penolakan juga dialami oleh Yesus dalam Yohanes 18 yang merupakan awal pemeriksaan Yesus oleh Pilatus. Pengharapan bangsa Israel akan munculnya seorang raja Israel menyiratkan kerinduan mereka untuk bebas dari belenggu penjajahan. Dengan kata lain, Mesias yang mereka harapkan adalah seseorang yang mampu memerintah selamanya dan melepaskan mereka dari penderitaan. Sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. Namun Yesus menjawab bahwa Dia datang untuk memberi kesaksian tentang kebenaran, bukan untuk menjadi raja atas dunia ini. Sayangnya, hati Pilatus, para imam, orang Farisi, dan rakyat Israel telah dibutakan oleh dosa sehingga mereka dikuasai oleh kebencian dan penolakan terhadap kebenaran. Hanya orang yang berasal dari kebenaranlah yang mempercayai bahwa Yesus Kristus adalah Raja yang telah lahir ke dunia bagi mereka yang mau mendengarkan dan percaya kepada-Nya.

Didikan dan teguran Tuhan memang seringkali tidak mengenakkan, namun kalau kita mau mengikutinya, maka kita akan tumbuh sebagai orang-orang yang memiliki karakter Kristus. Sebaliknya, didikan dunia membawa kita kepada kebinasaan. Menolak Allah berarti menghancurkan diri sendiri. Sebaliknya, menerima Allah berarti menundukkan diri sepenuhnya kepada Allah yang berdaulat penuh atas segala aspek kehidupan kita. Yang mana yang kau pilih? (AS)

 

Bacaan Alkitab: Matius 26: 6-13; Markus 14: 53-65