Jalan Pembebasan

Guru adalah sosok penting ketika kita berbicara tentang pendidikan. Seorang guru yang baik akan selalu membuka ruang dialog bagi murid-muridnya. Ruang inilah yang akan membawa proses pendidikan tampil dalam wujudnya yang paling indah: pembebasan. Pembebasan menjadi jalan yang akan memerdekakan setiap orang yang terlibat di dalam pendidikan, baik guru maupun murid, menuju manusia yang otentik.

Percakapan Yesus dengan Nikodemus merupakan salah satu dialog menarik yang tercatat dalam Alkitab. Baik Yesus maupun Nikodemus dikenal sebagai guru yang disegani di kalangan masing-masing. Namun, Nikodemus bersedia merendahkan diri untuk menemui dan mendapatkan didikan dari Sang Guru Agung. Upaya tersebut sangat tepat. Dialog dengan Sang Guru Agung membuka selubung pemahamannya akan hidup yang kekal (ay. 16).

Yesus adalah Guru Sejati. Dia membuka ruang diskusi dengan Nikodemus tanpa terkesan mendominasi apalagi menggurui. Dia menggunakan wilayah pengetahuan Nikodemus, yang berlatar belakang sebagai orang Farisi dan pengajar Israel (ay. 1, 10), sebagai media untuk menjelaskan tentang hidup kekal dalam diri Anak Manusia (ay. 14-15).

Alkitab tidak menyebutkan akhir dari kisah percakapan antara Yesus dan Nikodemus. Akan tetapi, jalan pembebasan terbukti sudah dilalui oleh Nikodemus. Hal itu terlihat dari sikapnya ketika membela Yesus (Yoh. 7:45-52) dan kehadiran dirinya ketika penguburan Yesus (Yoh. 19:38-42). –EML/www.renunganharian.net

YESUS ADALAH GURU SEJATI YANG MEMBUKA JALAN PEMBEBASAN
BAGI SETIAP ORANG YANG MENJADI MURID-NYA.