Iman yang Teguh

Setiap kita pasti pernah mengalami hari yang kita sebut sebagai “hari buruk”. Mungkin hari itu adalah hari saat kita mendengar pernyataan menyakitkan, seperti: “Ada kanker, ” “Anda dipecat, ” atau “Aku ingin bercerai.” Dunia seakan runtuh di depan mata!

Boleh dikatakan hari itu adalah “hari buruk” bagi Ayub. Di hari itu ia mendengar pernyataan menyakitkan. Ironis pernyataan menyakitkan itu tidak hanya satu, tetapi serentetan. Harta kekayaan Ayub lenyap dalam sekejap. Lembu sapi dan keledai-keledai betina dirampas orang-orang Syeba (ay. 14-15). Kambing domba habis dilalap api dari langit (ay. 16). Unta-unta dibawa lari orang-orang Kasdim (ay. 17). Yang paling menyakitkan, sepuluh anaknya semuanya tewas! (ay. 18-19). Lalu bagaimana respons Ayub? Sungguh menarik Ayub tetap teguh dalam imannya sekalipun ia sangat berduka. Ayub berdiri, ia mengoyak jubahnya, mencukur kepalanya, lalu sujud menyembah Allah, katanya: “… Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (ay. 20-21).

Hari buruk mungkin tiba, tetapi jangan pernah kita melepaskan iman kepada Tuhan. Seburuk apa pun pernyataan kita terima, teruslah kita percaya kepada-Nya! Menyandarkan hidup kita kepada-Nya, percaya Tuhan memegang kendali atas hidup kita dan Dia memampukan kita melewatinya. Di akhir ujian hidupnya, keadaan Ayub dipulihkan dan ia mendapat berkat sebanyak dua kali lipat (Ayb. 42:10). Belajar dari kehidupan Ayub, kita yakin Tuhan mampu mengubah hari kita yang buruk menjadi amat baik! –LIN/www.renunganharian.net

BERBEKAL IMAN YANG TEGUH, KITA DAPAT SAMPAI PADA SAAT DI MANA
KITA MELIHAT TUHAN MENGUBAH HARI KITA YANG BURUK MENJADI BAIK.