Hidup yang Diamati

Sekelompok paduan suara diterbangkan dari Ambon untuk menyanyi dalam suatu kebaktian di Jakarta. Sebelumnya, sang gembala sidang dari gereja tersebut terpesona melihat performa dan sikap yang luar biasa dari para anggota paduan suara tersebut saat berkunjung ke Ambon. “Dengan sikap dan kualitas yang mereka miliki, saya tak heran jika suatu saat mereka akan bernyanyi di hadapan bangsa-bangsa, ” ucap sang gembala sidang bermaksud mengapresiasi.

Kecuali dalam kondisi penilaian atau semacam ujian, kita tak pernah tahu kapan kehidupan kita diamat-amati atau dinilai oleh orang lain. Inilah yang terjadi pada Ribka ketika hari itu ia berniat membantu seorang hamba yang terlihat kerepotan dengan kawanan untanya. Dalam hati Ribka hanya ada niat untuk menolong, tetapi rupanya orang yang ditolongnya sedang dalam misi mencarikan istri bagi anak tuannya, seorang yang sangat kaya! Sementara Ribka melayani, hamba Abraham ini mengamat-amati sebelum kelak menyimpulkan bahwa Ribkalah wanita yang Tuhan tentukan untuk menjadi istri Ishak. Hari itu, Ribka menerima berkat yang luar biasa dan mungkin tak pernah disangka-sangka olehnya.

Jadi, bagaimana dengan sikap dan kesungguhan kita dalam bekerja, melayani, atau ketika ada kesempatan untuk menolong orang lain? Sudahkah kita melakukan dengan sungguh-sungguh dan tulus hati? Lihatlah berkat yang Allah sediakan bagi Ribka sebagai upah atas kebaikan hatinya. Allah pun dapat menyatakan berkat dan mempromosikan hidup kita lewat orang yang sedang mengamat-amati kita, tanpa pernah kita sadari. –GHJ/www.renunganharian.net

BIASAKANLAH MELAKUKAN SESUATU DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH,
KARENA SIKAP ITU MUNGKIN AKAN MEMPROMOSIKAN KITA.