Hidup Saling Membangun

Hubungan persahabatan merupakan relasi yang kuat karena menuntut rasa persaudaraan dan sepenanggungan yang terwujud dalam sikap saling mendukung, saling membangun, saling percaya dan saling mengingatkan. Sikap yang terakhir itu relatif biasanya paling sulit untuk dilakukan karena berpotensi untuk menghancurkan hubungan.

Relasi persahabatan tersebut juga diperlihatkan oleh Daud dan Natan. Dalam bacaan ini, Natan diutus oleh Tuhan untuk memperingatkan Daud atas kesalahan yang telah diperbuatnya setelah Daud memperistri Batsyeba. Yang menarik dari cara Natan memperingatkan Daud adalah bahwa Natan tidak secara terbuka menyalahkan Daud. Ia membuat Daud menyadari kesalahannya terlebih dahulu. Natan menceritakan perumpamaan tentang orang kaya yang mengambil anak domba milik orang miskin, dan Daud memberikan jawaban yang menunjukkan kesalahan yang telah diperbuatnya. Setelah Daud sadar akan kesalahannya, barulah Natan menegurnya, dan Daud menyesali perbuatannya.

Pemberian teguran kepada seseorang sering justru menghasilkan suatu masalah baru. Belajar dari persahabatan Natan dan Daud, teguran yang dilakukan Natan menunjukkan bahwa suatu teguran sebenarnya ditujukan untuk membangun seseorang, dengan membuatnya sadar akan kesalahannya sendiri; bahwa suatu teguran tidak ditujukan untuk melukai seseorang. Tentu saja hal itu dilakukan atas dasar kasih sehingga relasi yang terjalin adalah relasi yang saling membangun. –ZDP/www.renunganharian.net

PEMBERIAN TEGURAN YANG DILAKUKAN DALAM KASIH
ADALAH BENTUK DUKUNGAN KEPADA HIDUP SESEORANG.