Hidup dalam Terang

Dalam keadaan gelap, sering kali kita sulit sekali untuk dapat melihat sesuatu dengan jelas. Untuk melihat saja begitu sulit apalagi untuk melangkah, pasti semakin sulit. Jika tetap dipaksakan untuk melangkah, yang terjadi justru kita akan tersesat ataupun tersandung dan pada akhirnya membuat kita terjatuh. Berbeda ketika kita berada dalam keadaan terang, semua akan terlihat dengan jelas. Kita dapat menentukan langkah kita dengan tepat tanpa harus tersesat.

Dengan mengasihi saudara, kita tetap berada dalam terang. Hal itu menjadi bukti bahwa orang yang tinggal dalam terang dapat diwujudnyatakan dengan mengasihi saudaranya. Meskipun panggilan sebagai orang percaya adalah hidup dalam terang yang diwujudkan melalui sikap mengasihi saudara, kita justru sering jatuh dalam sikap yang berlainan. Kebencian, kekecewaan, iri hati sering kali menjadi penyebab orang percaya tersesat dari terang. Oleh karena itu, Rasul Yohanes mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita mampu untuk mengasihi saudara, kita telah berjalan dalam jalur yang tepat.

Meskipun dunia ini penuh dengan ujaran kebencian, pertikaian, keserakahan, dan persoalan, tetaplah berjalan dalam jalur terang. Jalur terang itu adalah sikap kasih yang diwujudnyatakan melalui kepedulian terhadap sesama. Tuhan memampukan kita. Amin. –SP/www.renunganharian.net

BERJALANLAH DALAM TERANG, SUPAYA KITA TIDAK TERSESAT.