Hadir dalam Ingatan

Setiap hadir dalam acara melayat di rumah duka, kita selalu teringat akan berbagai peristiwa yang pernah kita alami bersama dengan orang yang terlebih dulu pergi mendahului kita. Sambil duduk, biasanya kita mulai bertukar cerita dengan pelayat lainnya. Untaian kisah, baik suka maupun duka, bersama dengan orang yang kita beri penghormatan terakhir pun mengalir begitu saja dalam perbincangan.

Ingatan inilah yang melahirkan kenangan, sehingga menjadikan kematian bukan berarti perpisahan, melainkan keterbatasan. Kematian telah membatasi kita untuk mengalami perjumpaan secara fisik dengan orang-orang terkasih yang telah kembali ke pelukan Bapa di surga, tetapi tak sanggup melenyapkan kenangan dari ingatan kita. Keberadaan mereka akan senantiasa hadir dalam ingatan kita.

Demikian halnya kematian Yesus bagi orang percaya. Kematian- Nya harus dipandang sebagai keterbatasan untuk berjumpa dengan Dia sebagai Anak Manusia. Akan tetapi, karya Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang telah Dia katakan kepada kita (ay. 26). Ingatan akan kasih dan pengorbanan-Nya selalu hadir dalam hidup kita.

Keterbatasan berjumpa secara fisik dengan Yesus justru menjadikan kita berhak menyandang predikat berbahagia lantaran kita tidak melihat, namun percaya (Yoh. 20:29). Predikat ini meneguhkan bahwa kematian Yesus bukan akhir dari segala-galanya. Kasih dan pengorbanan-Nya justru memberi warna bagi rangkaian kisah hidup kita sebagai pengikut Kristus. –EML/www.renunganharian.net

ROH KUDUS AKAN SELALU MENGHADIRKAN KASIH DAN PENGORBANAN YESUS
DALAM INGATAN PARA PENGIKUT KRISTUS.