Guru Palsu

Yudas mengingatkan tentang adanya guru-guru palsu yang menyusup dalam gereja Tuhan. Seorang guru sepatutnya mengajarkan kebenaran, dan tingkah laku pribadinya juga harus mencerminkan kebenaran, sebab dia adalah teladan. Yesus Kristus, Guru Agung kita menyatakan kebenaran dari setiap ajaran-Nya melalui ucapan maupun perbuatan-Nya.

Yudas menjelaskan bahwa kehidupan guru-guru palsu itu bertentangan dengan kebenaran, kelakuan mereka dipenuhi percabulan seperti Sodom dan Gomora (ay. 7). Mereka mencemarkan tubuh dengan menghina kedaulatan Allah, dan mereka menghujat surga (ay. 8). Mereka menempuh jalan seperti Kain, yang walaupun menyembah Allah namun hatinya jauh menyimpang dari kebenaran-Nya. Mereka berlaku seperti Bileam, yang memakai sarana kasih Tuhan sebagai kesempatan mencari uang (ay. 11). Mereka seperti awan gelap yang tidak menurunkan hujan, seperti pohon di musim gugur yang tidak menghasilkan buah (ay. 12). Mereka seperti ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; dan mereka bagai bintang-bintang yang akan masuk ke dunia kekelaman untuk selama-lamanya (ay. 13).

Dari zaman ke zaman guru-guru palsu selalu ada, sebab iblis memakai mereka sebagai sarana untuk menyesatkan jemaat Tuhan. Dari keterangan Yudas, kita bisa mengenali ciri-ciri guru palsu, yang mungkin saja ada di dalam gereja kita. Perlu diwaspadai karena mereka adalah noda di tengah perjamuan kasih kita (ay. 12), ibarat nila setitik yang bisa mencemarkan seluruh jemaat. Waspadalah terhadap ajaran guru palsu yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, agar kita tidak tersesat. –JAP/www.renunganharian.net

GEREJA TUHAN HARUS MENOLAK AJARAN GURU-GURU PALSU,
YANG MUNCUL DI SEPANJANG ZAMAN.