Gembalakanlah Mereka

Dibesarkan di desa membuat saya tidak sulit melihat kehidupan seorang gembala. Memakai caping besar, kaos lengan panjang dan bekal makanan minuman di pinggang serta tongkat kayu panjang. Dengan setia dari pagi hari menggiring kawanan domba, disengat teriknya panas matahari di siang hari, membawa kawanan ke air sejuk, rumput hijau, menghalau gangguan, hingga sore hari membawa kawanan domba kembali ke kandang.

Salah satu panggilan terdekat di hati Yesus adalah panggilan penggembalaan. Yesus menyatakannya hingga tiga kali: “Gembalakanlah domba-domba-Ku…”. Menyenangkan hati Yesus berarti bersedia memenuhi panggilan penggembalaan. Penggembalaan dengan kasih agape adalah tanpa syarat, tanpa pamrih, melebihi dari kebendaan yang dimiliki, melebihi dari orang yang kita kasihi. Yesus sendiri telah memberi teladan sebagai Gembala yang baik yang menyerahkan diri bagi kawanan domba-Nya (Yoh. 10:11).

Mari lebih dekat kepada hati Yesus. Relakan diri untuk merawat, mengajar, mengobati yang terluka bahkan mencari jiwa terhilang. Tidak memandang status sosial dan posisi kita di manapun. Banyak kawanan domba mencari air tenang atau rumput hijau, mereka perlu gembala rohani. Kasih yang nyata rela mengambil tanggung jawab dan berkorban bagi mereka. Lambatkan sedikit laju kehidupan kita untuk melihat kawanan domba penat, tertindih beban kehidupan serta melakukan sesuatu bagi mereka. –AWS/www.renunganharian.net

BUKTI SEORANG MEMAHAMI KASIH YESUS ADALAH RELA MENGGEMBALAKAN
KAWANAN DOMBA-NYA DENGAN KASIH YANG MURNI.