Gara-Gara Takut

Kengerian ternyata tak harus disebabkan oleh sesuatu yang kasat mata. Sejak awal 2020, selama beberapa bulan dunia dibuat khawatir dengan merebaknya Covid-19. Semakin dekat lokasi suspect atau orang yang diduga terinfeksi virus, terlebih jatuhnya korban, akan meningkatkan “atmosfer ketakutan” bagi orang-orang di sekitarnya. Hal yang sempat saya rasakan juga ketika kabar mengenai korban akibat Covid-19 terjadi di lokasi yang berjarak hanya 30 menit dari rumah!

Ada yang tak biasa dalam peperangan yang dialami bangsa Israel pada masa Nabi Elisa. Entah bagaimana awalnya, di perkemahan orang Aram mendadak terdengar bunyi kereta, kuda, dan tentara yang besar sehingga mereka menyangka bahwa akan segera terjadi penyerbuan. Alhasil, dalam ketakutan orang-orang Aram melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa. Harta benda dan kumpulan ternak pun mereka tinggalkan, yang kelak menjadi jarahan besar bagi umat pilihan Allah sebagai penggenapan nubuatan yang disampaikan oleh Elisa (ay. 1, 15, 16). Ketakutan besar dari Allah berhasil menyergap bangsa Aram sehingga mereka dapat dikalahkan tanpa terjadi peperangan sedikit pun!

Orang yang mengalami kekhawatiran dan ketakutan berlebihan ibarat pasukan yang kalah sebelum perang dimulai. Cara terbaik untuk melawan kekhawatiran dan ketakutan-terkait virus, penyakit, atau masalah dan pergumulan hidup-adalah dengan memutuskan untuk menghadapinya, sambil memohon penyertaan dan pertolongan Allah. Percayalah bahwa kita takkan pernah dibiarkan-Nya sendirian! –GHJ/www.renunganharian.net

RASA TAKUT TAKKAN PERNAH MENDATANGKAN
KEBAIKAN BAGI ORANG YANG MENGALAMINYA.