Efek Beruntun Dosa

Melaju di jalanan yang ramai setiap hari, saya pernah melihat beberapa kecelakaan dengan efek beruntun. Misalnya ketika ada seorang pengendara sepeda motor tak sengaja menyenggol sepeda motor lainnya, lalu mereka berdua terjatuh. Apakah hanya mereka yang celaka? Terkadang tidak! Beberapa pengendara sepeda motor yang kurang sigap, terkadang ikut terjatuh juga. Itulah yang disebut efek beruntun dari suatu kecelakaan, yang tak jarang dimulai dari sebuah pelanggaran atau ketidakwaspadaan berkendara!

Seperti itulah gambaran efek perbuatan dosa. Perhatikan kejahatan yang dilakukan oleh Daud kepada keluarga Uria, orang Het itu. Awalnya Daud berniat memiliki Batsyeba, karena tergiur kecantikannya, lalu mulai merancang kejahatan untuk membunuh Uria. Setelah niat itu terlaksana, apakah dampaknya hanya sebatas pada Daud seorang? Tidak! Selain menerima fakta bahwa anak dari hasil perzinaannya dengan Batsyeba harus mati (ay. 14-19), pedang (peperangan dan pembunuhan) akan mewarnai kehidupan keluarga Daud, dan perzinaan Daud yang “dibalaskan” kepada istri-istri Daud (ay. 10-12).

Jadi, sebaiknya kita tidak merasa “baik-baik” saja ketika melakukan hal yang tak berkenan kepada Tuhan. Bertobatlah dan perbaruilah kehidupan kita, supaya orang-orang terdekat kita tidak ikut menanggung akibatnya. Namun, akan lebih baik lagi jika kita berpikir akan dampak yang bisa terjadi sebelum memutuskan berbuat dosa, supaya efek dosa yang beruntun itu tidak sampai menimpa kita dan orang-orang yang kita kasihi. –GHJ/www.renunganharian.net

MEMAHAMI EFEK BERUNTUN DARI DOSA,
SEHARUSNYA MEMBUAT KITA LEBIH BERHATI-HATI MENJALANI HIDUP.