Duka Yang Berganti

Rabu, 8 April 2020

 

Buatlah aku gembira lagi karena keselamatan daripada-Mu, berilah aku hati yang rela untuk taat kepada-Mu. Mazmur 51: 14 BIS

 

Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Yohanes 16: 20

Mengapa penyesalan selalu datang terakhir ? Karena itu memang merupakan suatu hukum sebab akibat. Secara umum, penyesalan terjadi ketika kita menyadari bahwa sesuatu yang telah kita lakukan adalah sebuah kesalahan. Demikianlah Mazmur 51 adalah sebuah ungkapan penyesalan Daud atas dosa yang dilakukannya. Ia bukan hanya melakukan perzinahan, tetapi juga merancangkan pembunuhan Uria untuk menutupi dosanya. Dalam penyesalannya, Daud memohon kepada Allah: “Buatlah aku gembira lagi karena keselamatan daripada-Mu, berilah aku hati yang rela untuk taat kepada-Mu” Daud menyadari bahwa tanpa memiliki hati yang rela, pertobatan yang ia lakukan akan menjadi sia-sia. Dukacita dan penyesalan akan selalu menghantuinya. Inilah juga yang dialami oleh para murid. Bedanya, mereka bukan berdukacita karena perbuatan dosa, melainkan karena Yesus yang akan meninggalkan mereka. Para murid tentu sangat sedih, mereka menangis dan meratap. Tetapi semua itu hanya sesaat saja, karena pada hari yang ketiga Yesus bangkit dari kematian dan bersama-sama para murid selama 40 hari lalu naik ke Sorga. Kesedihan akan berlalu dan diganti oleh sukacita.

Seperti Daud, mungkin kita pernah melakukan perbuatan yang memalukan, atau kesalahan di masa lalu yang menyisakan duka. Andai saja kita bisa mengulang atau memperbaiki peristiwa itu, tentu kita akan melakukannya. Namun, semuanya telah terjadi dan yang  tinggal hanyalah penyesalan. Tetapi hari ini kita diingatkan bahwa Allah tidak hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik jika kita memiliki hati yang rela dan taat. Ia mampu mengubah segala penyesalan, kesedihan, dukacita menjadi sukacita yang telah disediakan, yaitu hidup kekal. Sama seperti Yesus bersama dengan para murid, demikianlah juga Ia ada bersama dengan kita. PertolonganNya, pemberianNya, pemeliharaanNya adalah sukacita yang mengubahkan segala pergumulan kita.

Istilah bijak mengatakan :  “Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” Bersorak-sorai dan bersukacitalah dalam Tuhan, karena segala penderitaan dan pergumulan yang kita alami akan diubahkan menjadi sukacita yang besar. Ia dahsyat dalam perbuatanNya dalam kehidupan kita. (AS)

 

Bacaan Alkitab: Lukas 22: 1-6; Markus 15: 1-15