Dua Majalah

Sejak kecil saya suka membaca. Karena itu saya semangat saat berkunjung ke rumah seorang saudara yang punya perpustakaan kecil. Di antara sekian banyak majalah anak-anak yang dia miliki, ada dua majalah yang kedobelan. Diam-diam saya mencuri satu majalah. “Dia tidak bakalan tahu, kan masih ada satunya, ” pikir saya. Betul tak seorang pun tahu sampai berminggu-minggu lamanya. Tapi hati saya tak pernah tenang setiap kali melihat majalah itu. Akhirnya saya mendatangi saudara saya dan mengaku sudah mencuri majalahnya. Dia memaafkan saya. “Lain kali minta saja, jangan mencuri, ” katanya.

Daud malas. Daud penuh hawa nafsu. Daud berzinah. Daud membunuh (ay. 15). Daud mengambil Batsyeba sebagai istrinya untuk menutupi aibnya (ay. 27). Tak ada orang yang tahu, tapi Tuhan tahu dan semua yang Daud lakukan jahat di mata-Nya. Daud menyembunyikan dosanya berbulan-bulan. Daud telah melupakan bahwa Tuhan peduli dan Tuhan tahu. Melalui Nabi Natan, Tuhan memberitahukan konsekuensi dosa yang harus Daud terima. Salah besar kalau kita mengira dosa kita tersembunyi. Mungkin tak ada seorang pun tahu, tapi Tuhan tahu. Kita membuat Tuhan marah dan Tuhan bisa dengan sangat mudah membongkar segala dosa itu.

Kalau sampai sekarang perbuatan dosa belum terbongkar, sebetulnya Tuhan masih memberikan kesempatan untuk kita mengakuinya. Jangan membuat hidup kita tertekan dan gelisah karena menyembunyikan dosa. Marilah mengakuinya, bertobat, menanggung konsekuensi dosa itu dan tidak melakukannya lagi. –RTG/www.renunganharian.net

JANGAN MERASA SENANG KALAU DOSA
YANG KITA SEMBUNYIKAN BELUM KETAHUAN SAMPAI SEKARANG.