Dia Mengerti Kita

Apakah yang Anda lakukan ketika terjatuh dalam dosa yang memalukan? Bagaimanakah Anda bersikap ketika orang memergoki kejatuhan Anda? Menyangkalnya dan membela diri mati-matian? Mengakuinya sambil mengemukakan berbagai alasan? Segera melupakannya dan memulai hidup baru? Atau Anda tidak lagi berani berdoa, membaca firman, dan menghadiri persekutuan?

Dalam konteks Perjanjian Lama, umat Tuhan datang ke Bait Suci setiap tahun untuk mempersembahkan kurban penebusan dosa melalui imam. Namun sebagian imam justru hidup mewah dan tinggal di rumah yang megah. Mereka tidak benar-benar memahami pergumulan dan penderitaan umat Tuhan yang sesungguhnya. Kristus datang sebagai Imam Besar dalam keadaan yang sangat berbeda dengan para imam tersebut. Dia mengalami penderitaan yang mahadahsyat. Bahkan Dia mengurbankan diri-Nya sendiri untuk menebus dosa kita. Dia dapat memahami penderitaan kita, sehebat apa pun penderitaan itu. Namun dengan sebuah catatan penting, yaitu bahwa Dia tidak berbuat dosa.

Sama sekali tidak ada gunanya kita menyembunyikan dosa (ay. 13). Tuhan mengetahui segenap isi pikiran dan hati kita (ay. 12). Sebaliknya, kita pun tak perlu takut menghampiri takhta Allah. Kristus yang telah menggantikan kita menanggung hukuman dosa mengerti akan kelemahan dan kejatuhan kita. Hadirat Allah yang seharusnya menakutkan berubah menjadi takhta karunia. Kita diharapkan memiliki keberanian menghampiri Tuhan yang penuh rahmat untuk menerima pertolongan dari-Nya (ay. 16). –HEM/www.renunganharian.net

HADAPI DOSA DENGAN MENGAKUINYA, MEMOHON PENGAMPUNAN KRISTUS,
DAN MEMBERANIKAN DIRI MENGHAMPIRI TUHAN KEMBALI.