Dia Membebaskan

Seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya, setiap hari diusung dan diletakkan di dekat pintu gerbang Bait Allah, untuk meminta sedekah. Setiap hari, selama bertahun-tahun, ia meminta-minta kepada setiap orang yang masuk ke Bait Allah untuk sembahyang. Terbelenggu oleh ketidakberdayaannya. Bahkan mungkin juga terbelenggu oleh ketidaksanggupan untuk berharap dan bersukacita dalam hidupnya.

Sore itu, Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah. Laki-laki lumpuh itu pun meminta sedekah. Mungkin baginya itulah satu-satunya jawaban permasalahannya. Ternyata mereka tidak memberi sedekah, melainkan memberi pembebasan. Sedekah berupa emas dan perak tidak membebaskan orang itu, tetapi anugerah Tuhanlah yang membebaskannya. Tidak hanya dari kelumpuhan, bahkan membebaskannya untuk mempunyai harapan baru dan memuji Allah dengan riang.

Kita pun tidak lepas dari belenggu dalam hidup. Persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup seperti: perumahan, pendidikan, transportasi, dan kesehatan, membuat kita terkadang hanya memandang uang sebagai satu-satunya jawaban. Kita mengikuti persaingan itu dan akhirnya hidup menjadi hanya mencari uang, uang, dan uang.

Sesungguhnya Tuhan yang melampaui semua hal di dunia ini adalah jawaban. Mari memohon kepada-Nya agar kita dibebaskan dari belenggu persaingan dunia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Biarlah kita diberi hikmat-Nya sehingga mampu memilih berbagai kebutuhan hidup dengan tepat. Sesuai kebutuhan bukan keinginan, serta mampu bersyukur dan puas atas semua yang ada. –ANT/www.renunganharian.net

ANUGERAH-NYA TELAH MEMBEBASKAN KITA
DARI BELENGGU PERSAINGAN DUNIA, BERSYUKURLAH!